Tak Ingin Jukir Liar Jadi Konflik, HIPPEKAB Buka Jalan Pemberdayaan Pemuda Kampung Baru

BONTANG – Persoalan parkir di kawasan Lapangan Voli Kampung Baru, Bontang Selatan menjadi perhatian Himpunan Pemuda Pemudi Kampung Baru (HIPPEKAB).

Organisasi kepemudaan tersebut menggelar forum bersama sejumlah pihak, untuk mencari solusi atas persoalan parkir. Sekaligus membuka ruang pemberdayaan bagi pemuda setempat, yang belum memiliki pekerjaan tetap.

Ketua HIPPEKAB Rahmi mengatakan, forum tersebut digelar menyusul persoalan parkir yang sempat viral di media sosial. Pihaknya kemudian mengundang sejumlah unsur terkait, untuk membahas persoalan tersebut secara bersama-sama.

“Karena kejadian viral kemarin, kami coba mengundang beberapa pihak terkait seperti owner UMKM, Bhabinkamtibmas, security PT Badak NGL, Dewan Pembina HIPPEKAB, serta tokoh masyarakat Kampung Baru untuk penyelesaian masalah,” ucap Rahmi kepada awak media, Minggu (27/9/2026).

Selain itu, Rahmi juga menyebut persoalan tersebut juga berkaitan dengan kondisi pemuda setempat yang belum memiliki pekerjaan tetap. Menurutnya, pemuda yang diduga menjadi juru parkir (jukir) tersebut merupakan bagian dari pemuda di lingkungan Kampung Baru.

“Karena oknum yang diduga jukir liar itu juga bagian dari kami, pemuda setempat yang tidak memiliki pekerjaan tetap,” jelasnya.

Baca Juga:  Keluarga Almarhum Napi Lapas Bontang Tidak Menolak Otopsi Jika Diperlukan

Melalui forum tersebut, HIPPEKAB mendorong adanya pola pengelolaan parkir yang lebih tertib, terkoordinasi, dan transparan. Langkah tersebut dinilai penting, agar aktivitas parkir tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat maupun pengunjung.

Di sisi lain, HIPPEKAB ingin persoalan tersebut tidak hanya dilihat dari sisi ketertiban, tetapi juga aspek pemberdayaan. Pemuda setempat yang belum memiliki pekerjaan tetap diharapkan tetap mendapat ruang untuk memperoleh penghasilan secara layak.

“Ya seyogyanya dalam musyawarah, kami dorong diskusi secara terbuka agar pemuda yang tidak memiliki pekerjaan tetap ini agar diberdayakan,” tuturnya.

Rahmi menegaskan, apabila nantinya pemuda diberikan ruang untuk membantu mengatur parkir, pelaksanaannya harus dilakukan secara tertib. Ia menekankan agar tidak ada pemaksaan kepada pengunjung untuk memberikan uang parkir.

“Kesimpulannya itu, mereka dapat mengatur parkiran dengan baik, dan kami tekankan tidak untuk memaksa meminta uang parkir. Sembari kami dari pihak organisasi HIPPEKAB mencari jalan keluar yang terbaik untuk semua pihak,” katanya.

HIPPEKAB juga berharap persoalan parkir tersebut tidak berkembang menjadi konflik sosial. Masyarakat maupun pengunjung diminta tidak saling menyudutkan ataupun mengambil kesimpulan secara sepihak.

Baca Juga:  Warga Sidrap Ngamuk di Tengah Jalan, Ancam Pengendara Pakai Parang

“Kami mengajak kepada masyarakat maupun pengunjung untuk mari bersama-sama menjaga suasana yang harmonis, tertib, dan humanis. Sehingga kegiatan UMKM di Lapangan Kampung Baru dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” imbuh Rahmi.

Diketahui, HIPPEKAB merupakan salah satu fasilitator awal bagi sejumlah UMKM yang beraktivitas di Lapangan Kampung Baru. Organisasi tersebut sebelumnya dipercaya oleh pengelola wilayah, PT Badak NGL, untuk turut mendukung kegiatan UMKM di kawasan tersebut.

Namun, seiring perubahan struktur organisasi, HIPPEKAB sempat mengalami kevakuman. Kini, organisasi tersebut kembali aktif menjalankan berbagai program sosial kemasyarakatan, termasuk turut mendukung ketertiban di wilayah Kampung Baru maupun Kota Bontang.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.