NUSANTARA — Pembangunan Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga pertengahan Oktober 2025, progres pekerjaan Seksi 3B-2 Segmen KKT–Simpang Tempadung telah mencapai 73,12 persen.
Segmen ini menjadi perhatian khusus karena terdapat dua jembatan satwa (wildlife bridge) yang dibangun di kawasan Hutan Lindung Sungai Wein. Fasilitas tersebut berfungsi sebagai jalur penyeberangan satwa liar agar keberlangsungan ekosistem tetap terjaga di tengah pembangunan infrastruktur berskala besar.
Direktur Operasi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Dhetik Ariyanto, meninjau langsung lokasi proyek pada akhir pekan lalu. Dalam kunjungan itu, ia memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar kualitas.
“Kami berharap seluruh pekerjaan berjalan lancar, tepat mutu, dan tepat waktu,” ujarnya.

Selain meninjau proyek tol, jajaran Waskita Karya juga memantau peningkatan Jalan Paket D di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1B–1C, yang kini telah mencapai progres 58,94 persen. Proyek ini merupakan bagian dari jaringan utama akses menuju kawasan pemerintahan pusat IKN.
Dalam dokumentasi yang diunggah melalui akun resmi Instagram Waskita Karya, struktur jembatan satwa tampak semakin kokoh dan mulai memasuki tahap penataan tanah serta lansekap di sekitar area hutan. Sementara di proyek Paket D KIPP 1B–1C, badan jalan sudah terbentang dengan rigid beton di dua sisi, dan di beberapa titik telah dilakukan penanaman pohon sebagai bagian dari konsep hijau berkelanjutan.
Pembangunan Jalan Tol IKN menjadi salah satu proyek strategis nasional yang ditangani Waskita Karya, dengan fungsi utama menghubungkan Balikpapan, Kawasan KKT, hingga kawasan pemerintahan di IKN. Kehadiran jembatan satwa di segmen ini menjadi bukti bahwa proyek tersebut tidak hanya berorientasi pada konektivitas, tetapi juga pada pelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem.
Pewarta: Riski
Editor: Agus S




