BONTANG – Hasil pendataan yang dilakukan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bontang selama dua minggu terakhir, menunjukkan bahwa telah tercatat sebanyak 960 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berniat mengikuti program rumah subsidi.
Hal ini disampaikan secara langsung saat kegiatan sosialisasi di Auditorium Kantor Wali Kota Bontang, Senin (15/7/2025) sore. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni turut hadir dan membuka acara tersebut. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap para abdi negara.
Sebelumnya, ada sebanyak 709 ASN di Bontang yang masih belum memiliki rumah pribadi. Artinya, hampir 25 persen dari total 3.836 ASN di Kota Bontang, masih belum memiliki rumah yang tetap.
Program rumah subsidi ini menawarkan 3 tipe rumah, seperti Tipe 27/105 M²; Tipe 30/90 M²; Tipe 36/72 M². Hal ini dilakukan, untuk memperkuat urgensi program rumah subsidi bagi kalangan ASN.
“Jadi harga rumah yang ditawarkan sekitar Rp 182 juta, dengan pembayaran tanda jadi minimal Rp 1 juta. Sementara cicilan per bulannya berkisar antara Rp 1,1 juta hingga Rp 1,9 juta, tergantung pada tenor yang dipilih,” ucapnya.
Untuk ASN aktif, tenor cicilan yang tersedia hingga 15–20 tahun. Sedangkan bagi ASN yang telah menjelang masa pensiun, akan ditawarkan tenor lebih pendek antara 5–10 tahun.
“Sebab masih banyak ASN kita yang belum punya rumah sendiri. Sebagian besar masih mengontrak. Tak hanya untuk ASN saja, program rumah subsidi ini juga dibuka bagi tenaga P3K, serta TKD di Kota Bontang,” paparnya.
Pendaftaran program pun bisa dilakukan melalui aplikasi SIKASEP, untuk mempermudah dan memastikan keamanan proses kepemilikan rumah subsidi.
“Program ini adalah bagian dari upaya pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan 3 juta rumah,” tutupnya.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




