Juara 2 Desa Wisata se-Kaltim, Pokdarwis Bontang Baru Bersinar Gelar Syukuran

BONTANG – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bontang Baru Bersinar, mendapatkan Juara 2 kategori Desa Wisata Berkembang dalam Anugerah Desa Wisata Kalimantan Timur 2025.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Hari hadir dalam syukuran yang diadakan oleh Pokdarwis tersebut bersama sejumlah pejabat daerah, perwakilan perusahaan, Balai Taman Nasional Kutai, dan pengurus Pokdarwis se-Kota Bontang.

Penghargaan tersebut sebelumnya diberikan Wakil Gubernur Kaltim pada Malam Anugerah Jambore Desa/Kampung Wisata di Samarinda, 11 September 2025. Tahun lalu, Pokdarwis Bontang Baru Bersinar meraih Juara 3.

Agus Haris mengapresiasi kontribusi Pokdarwis dan mitra pariwisata, yang dinilai mampu mengangkat nama Bontang di tingkat provinsi. Ia menekankan, pariwisata bisa menjadi alternatif sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah proyeksi penurunan dana transfer pusat tahun 2026.

“Bontang punya potensi besar. Wisata budaya di Guntung, religi dan industri di Loktuan, bahari di Loktuan Pala, hingga konsep ekonomi terpadu di Bontang Lestari. Semua ini harus dikelola secara serius,” katanya.

Namun, ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan destinasi menghadapi pembangunan infrastruktur, termasuk rencana jalan tol menuju Bontang, serta perlunya fasilitas pendukung seperti hotel representatif.

Baca Juga:  Semua Bak Sampah di Loktuan Bakal Dipindah, Ini Alasannya!

Di sisi lain, Ketua Pokdarwis I Gede Astriawan menilai capaian ini merupakan buah kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, masyarakat, dan pelaku usaha. Ia mendorong pengembangan wisata bahari dan industri mengingat 70 persen wilayah Bontang berupa laut.

“Harapan kami, lomba Pokdarwis tingkat kota bisa dihidupkan kembali sebagai tahapan menuju provinsi. Selain itu, masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, perlu lebih dikenalkan pada wisata lokal,” ujarnya.

Meski begitu, sejumlah tantangan masih membayangi. Keterbatasan sarana pendukung, kesadaran masyarakat soal kebersihan, serta minimnya paket wisata yang terintegrasi disebut sebagai hambatan yang kerap dikeluhkan pengunjung. Dukungan investasi swasta pun dinilai belum merata di semua kawasan wisata.

Penulis: Syakurah
Editor : Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.