SANGATTA – Kabar gembira yang wajib diketahui seluruh pencari kerja (pencaker) di Kutai Timur (Kutim). Pemerintah Kabupaten Kutim melalui Disnakertrans, akhirnya mengambil langkah tegas untuk mengatasi “penyakit” klasik dalam rekrutmen: gagal psikotes.
Selama ini, tes psikologi sering jadi momok dan alasan utama perusahaan menolak pekerja lokal, padahal secara teknis mereka mampu. Karena itulah, Disnakertrans Kutim menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) ‘Trik dan Tips Menghadapi Psikotes’ selama tiga hari penuh, mulai (29/9/2025) hingga (1/10/2025) di Hotel Royal Victoria, yang diikuti oleh 112 peserta terpilih.

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menegaskan bahwa Bimtek ini adalah senjata bagi pencaker lokal. Menurutnya, kegagalan di psikotes kerap dipakai perusahaan sebagai “pintu masuk” untuk merekrut tenaga kerja dari luar.
“Rata-rata pelamar kerja kita gugur di psikotes. Kadang perusahaan menjadikan itu alasan untuk memasukkan pekerja dari luar. Dengan adanya Bimtek ini, pencari kerja lokal akan lebih siap menghadapi tes tersebut,” ujar Wakil Bupati Mahyunadi usai membuka Bimtek tersebut.
Mahyunadi juga mengingatkan, bahwa Pemda akan maksimal dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Ketenagakerjaan 80:20 (wajib 80% tenaga kerja lokal) yang telah diperkuat melalui Perbup Nomor 6 Tahun 2024. Perusahaan tidak bisa lagi mengelak dengan alasan kualitas SDM lokal yang rendah.
Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau, menjelaskan strategi unik di balik bimtek ini. Fokus pelatihan bukan hanya di kemampuan teknis, tetapi juga di soft skill krusial.
“Sering kali mereka kalah bukan karena tidak mampu bekerja, tetapi karena gagal di psikotes. Kami ajarkan bagaimana menyeimbangkan kemampuan teknis dengan soft skill seperti pemecahan masalah dan komunikasi,” jelas Roma.
Komitmen Pemkab Kutim sangat jelas, yakni membuka seluas-luasnya lapangan kerja di berbagai sektor. “Tenaga kerja kita harus siap di semua bidang. Bukan hanya tambang dan kebun, tetapi juga usaha kecil hingga industri garmen,” pungkas Roma Malau.
Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam




