BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, yang hadir sebagai Ketua Komwil V APEKSI Regional Kalimantan memimpin sidang pleno Musyawarah Komisariat Wilayah (MUSKOMWIL) V APEKSI Regional Kalimantan Tahun 2025, di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Sabtu (27/9).
Neni didampingi Sekretaris Komwil V APEKSI, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Bontang, Dasuki, memimpin jalannya musyawarah dengan penuh kekhidmatan. Melalui proses musyawarah yang demokratis, akhirnya diputuskan bahwa Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, terpilih sebagai Ketua Komwil V APEKSI yang baru, menggantikan Neni Moerniaeni yang telah memimpin pada periode sebelumnya.
Keputusan itu ditandai dengan ketukan palu sidang oleh Neni Moerniaeni sebagai simbol penetapan hasil musyawarah.
“Alhamdulillah, melalui musyawarah mufakat kita bisa menentukan pemimpin baru yang akan membawa APEKSI Komwil V Regional Kalimantan semakin maju. Semoga kepemimpinan berikutnya dapat memperkuat sinergi dan memperluas kolaborasi antar kota,” ujar Neni dalam sambutannya.
Prosesi bersejarah itu dilanjutkan dengan serah terima bendera panji APEKSI dari Neni Moerniaeni kepada Ketua terpilih, Edi Rusdi Kamtono. Momen ini menjadi simbol bergantinya tongkat estafet kepemimpinan Komwil V APEKSI Regional Kalimantan, dari Kota Bontang kepada Kota Pontianak sebagai nahkoda baru.
Edi Rusdi Kamtono dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Ini adalah amanah besar. Saya berkomitmen untuk melanjutkan apa yang telah dirintis Ketua sebelumnya, serta membawa APEKSI Komwil V berkontribusi maksimal dalam pembangunan Kalimantan dan Indonesia,” ucap Edi.
MUSKOMWIL V APEKSI Regional Kalimantan menjadi momentum penting bagi pemerintah kota se-Kalimantan untuk memperkuat jaringan kerja sama, merumuskan arah pembangunan bersama, serta merespons dinamika pembangunan nasional, khususnya dengan hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Dengan terpilihnya Wali Kota Pontianak sebagai Ketua baru, diharapkan sinergi antar kota semakin kokoh, dan peran Kalimantan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 dapat semakin nyata.
“Kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk menjadikan kota-kota di Kalimantan sebagai pusat pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Neni.
Sidang pleno ini menutup rangkaian agenda MUSKOMWIL V APEKSI Regional Kalimantan 2025, sekaligus menandai babak baru dalam perjalanan kolaborasi pemerintah kota se-Kalimantan.
Editor: Yusva Alam




