SANGATTA – Sebanyak 68 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kutai Timur (Kutim) resmi diwisuda pada Rabu (1/10/2025) di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna (GSG). Wisuda ke-20 ini menjadi momen penting ketika Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menantang para lulusan untuk mengubah pola pikir.
Alih-alih sibuk mencari pekerjaan setelah lulus, Ardiansyah mendorong mereka untuk berani tampil sebagai wirausahawan muda di bidang pertanian.
“Hari ini saudara keluar dari kampus STIPER, tetapi akan segera masuk ke kampus kehidupan. Di sanalah sesungguhnya ilmu diuji, prestasi ditingkatkan, dan potensi dikembangkan tanpa ada kata istirahat,” tegas Ardiansyah di hadapan wisudawan dan keluarga.
Menurutnya, lulusan pertanian harus mampu melahirkan solusi nyata bagi kebutuhan pangan daerah. Apalagi, saat ini Pemkab Kutim tengah menyiapkan lahan seluas 100 ribu hektare untuk pertanian. Dari jumlah itu, 20 ribu hektare akan ditanami padi, sedangkan sisanya difokuskan pada hortikultura.
Ia menambahkan, pasar untuk produk tani Kutim sudah terbuka lebar. Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut siap menyerap hasil tani lokal.
“Petani tidak perlu bingung menjual hasil panennya. Pasarnya sudah jelas, tinggal bagaimana kita bisa produksi secara maksimal,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Kutim memberikan beasiswa S2 kepada tujuh lulusan terbaik STIPER agar dapat melanjutkan pendidikan sekaligus memperkuat kapasitas di bidang pertanian.
Selain itu, Ardiansyah juga mengungkap rencana penggabungan STIPER dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS). Targetnya, Kutim segera memiliki universitas sendiri dengan spektrum ilmu yang lebih luas.
Dengan berbagai program tersebut, Ardiansyah berharap alumni STIPER mampu menjadi motor kemandirian pangan sekaligus mencetak generasi petani muda yang bermental pengusaha, bukan sekadar pencari kerja.
Penulis: Ramlah
Editor: Agus Susanto




