BONTANG – Tingkat pengangguran terbuka di Kota Bontang masih berada di angka 7,06 persen per Agustus 2024, lebih tinggi dibanding rata-rata provinsi. Menyikapi kondisi ini, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni merencanakan pelaksanaan job fair sebanyak tiga kali dalam setahun.
Meski begitu, Neni menyebut ada perkembangan positif dari sisi jumlah pencari kerja. Berdasarkan data kepemilikan kartu kuning (AK-1) di Dinas Ketenagakerjaan, jumlah pencari kerja yang semula 5.425 orang kini menurun menjadi sekitar 2.442 orang.
“Kalau tahun depan job fair bisa kita gelar tiga kali, harapannya angka pengangguran tidak bertambah, bahkan bisa turun lebih jauh,” ujar Neni, Selasa (23/9/2025).
Menurutnya, job fair merupakan upaya untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal, agar mampu bersaing di dunia industri, baik dalam skala daerah, nasional, maupun internasional.
Namun, Neni juga menegaskan, apabila tingkat pengangguran sudah menunjukkan tren menurun signifikan, intensitas penyelenggaraan job fair bisa dikurangi.
“Tahun depan kita canangkan tiga kali dulu. Selanjutnya menyesuaikan kebutuhan,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat Bontang yang mengikuti bursa kerja dapat menyiapkan kompetensi sesuai bidangnya. “Kalau keterampilannya sesuai kebutuhan industri, tentu perusahaan lebih mudah menerima. Apalagi dana transfer pusat menurun, kita harus makin mengandalkan potensi daerah,” pungkasnya.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




