NUSANTARA — Direktur Pelayanan Dasar Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Suwito, mendorong para pendidik di wilayah IKN untuk menanamkan growth mindset dalam proses belajar mengajar. Hal ini disampaikan dalam Pelatihan Growth Mindset yang berlangsung di Multifunction Hall Kemenko 3 IKN, Senin (6/10/2025).
Di hadapan lebih dari 250 guru dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah delineasi IKN, Suwito menekankan pentingnya menumbuhkan kepercayaan diri siswa sejak dini. Menurutnya, pola pikir berkembang bukan hanya membentuk karakter anak, tetapi juga menyiapkan generasi yang siap memimpin di masa depan.
“Yang paling utama, jangan pernah takut untuk meningkatkan rasa percaya diri murid. Siapa tahu, kelak salah satu dari mereka akan menjadi pemimpin di IKN ini,” ujar Suwito disambut antusias para peserta.
Suwito menegaskan bahwa guru memiliki peran penting sebagai fasilitator yang membangun semangat dan kepercayaan diri siswa melalui pendekatan positif. Dengan growth mindset, peserta didik diyakini mampu menghadapi tantangan dan terus berkembang tanpa takut gagal.
Salah satu peserta pelatihan, Laili Kurniawati, guru TK Ashidiqi, mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini membuka cara pandang baru tentang bagaimana guru seharusnya memotivasi siswa tanpa terburu menilai kemampuan mereka.
“Kadang kita melihat murid yang tampak tidak punya potensi apa-apa. Tapi ternyata, bisa jadi mereka menyimpan kemampuan luar biasa, hanya saja kurang percaya diri. Tugas guru adalah menggali dan menumbuhkan potensi itu,” ungkapnya kepada wartawan.
Para peserta berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut agar wawasan dan metode pengajaran guru semakin berkembang. Selain sesi materi di ruangan, peserta juga mengikuti kegiatan penanaman bibit pohon di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN sebagai simbol kontribusi nyata dunia pendidikan terhadap lingkungan dan masa depan Ibu Kota baru.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya OIKN membangun ekosistem pendidikan yang adaptif dan berorientasi pada pengembangan karakter di wilayah Ibu Kota Nusantara.
Pewarta: Prastyo
Editor: Agus S




