PPU – Dua titik persimpangan di ruas jalan bypass Pasar Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), menjadi sorotan warga. Minimnya rambu lalu lintas dan penanda arah membuat banyak pengendara kebingungan, terutama setelah jalur lama dialihkan akibat pembangunan pasar.
Warga Kecamatan Sepaku ramai menumpahkan keluhan di media sosial Facebook usai terjadi kecelakaan lalu lintas pada Minggu (12/10/2025) di jalur tersebut. Unggahan foto dan video kejadian itu di grup Info Sepaku 23 Jam langsung dibanjiri komentar warga yang menilai simpang itu “membingungkan” dan “rawan tabrakan.”
Lokasi yang paling banyak disorot berada di dua titik, yakni sisi Desa Suka Raja dan sisi Desa Bukit Raya. Kedua simpang ini memiliki alur belok yang tidak jelas, sehingga sering terjadi kendaraan dari arah berlawanan saling serempet bahkan adu banteng.

Salah satu insiden terbaru menimpa seorang perempuan asal Semoi yang bertabrakan dengan mobil di simpang bypass sisi Desa Suka Raja. Korban terjatuh dan harus dilarikan ke RSUD Sepaku setelah mengalami luka. Warga sempat mengevakuasi korban dengan cara digotong karena posisinya tergeletak di jalan.
“Perlu sosialisasi rekayasa lalu lintas kayaknya. Simpangnya membingungkan,” tulis warga bernama Abdul Jalil di kolom komentar. Warga lain, Misran, menambahkan, “Simpang yang sangat menyulitkan. Kalau mau ke BNI atau HTI Karang Jinawi, bingung lewat mana.”
Kebingungan makin terasa sejak pembangunan Pasar Sepaku dimulai. Jalur lama dari arah Semoi menuju IKN dialihkan ke jalan bypass, sementara kendaraan dari dan menuju pasar masih banyak yang melewati jalur lama. Perubahan arus ini menciptakan titik pertemuan berbahaya antara kendaraan cepat di bypass dan kendaraan lambat dari arah pasar.
“Sebenarnya jalan ini membingungkan. Aku kalau mau masuk bypass kadang takut juga. Mau lewat jalan lama arah pasar pun takut,” ujar akun Nurul Fabian, salah satu warga.
Komentar serupa datang dari Lutfi Aufklarung yang mengingatkan pentingnya kewaspadaan saat melintas. “Kalau mau belok kanan arah pasar lama, reting dihidupkan. Karena kalau mutar dari bypass, motor bisa panik — depan mobil besar, belakang mobil kecil,” tulisnya.
Di sisi Desa Suka Raja, terdapat empat jalur persimpangan yang saling bersilangan:
- Arah timur menuju Bukit Raya.
- Arah Bukit Raya ke Suka Raja (lintasan bypass).
- Arah Dusun Karangsari ke Pasar Sepaku.
- Arah Karang Jinawi ke Tengin Baru.
Kondisi makin berisiko karena jarak pandang pengendara sering terhalang tanjakan, membuat kendaraan dari arah berlawanan tiba-tiba muncul dengan kecepatan tinggi.
Situasi serupa juga terjadi di persimpangan sisi Desa Bukit Raya, di mana jalur keluar dari arah Suka Raja menuju SPBU Bukit Raya bersinggungan langsung dengan kendaraan dari arah KIPP IKN. Keluar-masuk kendaraan di titik itu lebih mengandalkan “feeling” daripada panduan marka jalan.
“Kalau ambil jalur kiri dari arah SPBU, bisa langsung bertemu kendaraan dari arah berlawanan. Rawan tabrakan,” ujar salah satu warga yang melintas.
Masyarakat berharap pemerintah segera memasang rambu dan marka jalan yang jelas, serta melakukan rekayasa lalu lintas permanen sebelum jumlah kecelakaan di jalur itu terus bertambah.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S




