Oleh:
Fatimah, S.H.
Pemerhati Remaja
Wilayah Balikpapan masuk zona merah HIV, homoseks dan pengguna narkoba suntik kelompok paling rentan. Karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama lintas instansi dan relawan masyarakat memperkuat upaya pencegahan sekaligus penanganan. Kepala Dinkes Balikpapan menegaskan penanganan HIV/AIDS tidak bisa hanya bergantung pada layanan medis. Menurutnya, pencegahan di tingkat hulu harus menjadi prioritas melalui kolaborasi lintas sektor sebagai pencegahan sejak awal. (https://www.prokal.co/balikpapan/1776547941/gawat-balikpapan-masuk-zona-merah-hiv-homoseks-dan-pengguna-narkoba-suntik-kelompok-paling-rentan)
Sementara itu, penyebaran HIV di Kota Bontang juga masih mengintai sejumlah kelompok masyarakat. Kepala Dinkes Bontang, Bahtiar Mabe, menyebut ada tujuh basis kelompok yang menjadi prioritas skrining, yaitu perkumpulan waria, gay, ibu hamil, penderita tuberkulosis paru, penderita Infeksi Menular Seksual (IMS), pekerja seks, serta warga binaan kemasyarakatan.
Dari data Dinkes, sepanjang 2024 Bontang mencatat pemeriksaan HIV terhadap 7.537 orang atau melampaui target pusat sebanyak 5.574 orang. Hasilnya, ditemukan 65 kasus positif, dengan 5 orang meninggal dunia. Sementara di tahun 2025, target yang ditetapkan sebanyak 5.573 orang. Hingga Agustus baru 3.060 orang yang diperiksa, dan 20 orang dinyatakan positif. (pusaranmedia.com/11/09/2025)
Adapun meningkatnya kasus HIV Aids di beberapa daerah karena maraknya perilaku pergaulan bebas dan juga menyimpang (homoseksual). Perilaku menyimpang ini ternyata terus meningkat terutama di kalangan generasi muda.
Hal ini merupakan akibat dari diterapkannya sistem sekuler. Agama hanya sekedar formalitas dan hanya dipakai untuk ibadah mahdoh saja, bukan sebagai pengatur kehidupan. Bahkan ada slogan yang dikenal di masyarakat, yaitu “Terserah gue mau ngapain! Atau gak usah bawa-bawa agama!”
Tidak heran jika saat ini halal haram sudah tidak menjadi standar perbuatan, melainkan kepuasan diri dan nafsulah yang jadi standar. Klo seperti ini, budaya Barat mudah deh masuk ke tengah masyarakat dan menjadi standar kehidupan sekarang. Contoh kaum Pelangi. Seperti yang kita tau di Barat perilaku kaum Sodom ini diperbolehkan bahkan diapresiasi, bahkan kelompok Pelangi terorganisir membuat penyebarannya meningkat, ketika sudah terlanjur sulit untuk keluar.
Untuk mengatasi ini sangat sulit jika hanya mengandalkan individu saja, tapi juga butuh support dari negara dalam memperkuat aqidah umat. Padahal support sistem yang paling kuat itu ada pada Islam. Dalam Islam, perilaku homoseks ini hukumnya haram. Nabi bersabda: “Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan seperti perbuatan kaum Nabi Luth.” (HR. Ahmad).
Untuk mengatasi maraknya HIV, Islam telah mengatur sistem pergaulan, pendidikan dan masalah sosial. Islam juga mengatur sistem sanksi berupa hukuman mati dengan dijatuhkan dari gedung tinggi. Sanksi Islam bertujuan agar gak ada lagi yang melakukan kemaksiatan ini (jawazir) dan sebagai penebus dosa (jawabir).
Untuk mencegah homoseksual juga perlu ketakwaan individu, kontrol masyarakat dan aturan negara. Semua itu bisa kita fahami ketika kita mengkaji Islam, mengamalkan, dan menyiarkan serta memperjuangkan Islam agar sistem Islam segera tegak. Pahami agamamu bangga berislam kaffah.
Wallahu a’lam bissawwab




