SAMARINDA — Kepolisian Resor Kota Samarinda merilis foto dan identitas 15 tahanan yang kabur dari ruang sel Polsek Samarinda Kota pada Minggu (19/10/2025). Publikasi ini menjadi bagian dari upaya pencarian resmi dan disebarkan luas melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk grup WhatsApp masyarakat dan media lokal.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan, penyebaran foto para tahanan bukan tanpa alasan. Langkah ini diambil untuk melibatkan masyarakat secara langsung dalam membantu proses pencarian.
“Kami memang menyebarkan foto-foto mereka melalui grup masyarakat, RT, hingga perangkat kelurahan. Ini bagian dari langkah resmi agar masyarakat bisa segera mengenali dan melapor bila melihat salah satu dari mereka,” ujar Hendri.
Sebanyak 15 tahanan kabur dengan cara menjebol kloset dan melubangi dinding sel menggunakan pipa serta paku jemuran yang dimodifikasi. Aksi pelarian itu terungkap setelah petugas melakukan pemeriksaan rutin dan menemukan hanya separuh tahanan yang tersisa.
Dalam waktu kurang dari lima jam, enam tahanan berhasil ditangkap, termasuk satu orang yang diduga otak pelarian. Sementara sembilan lainnya masih buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polresta Samarinda.
Hendri menjelaskan, foto para tahanan kini beredar luas di WhatsApp group warga, media sosial, dan jaringan RT–RW di seluruh Samarinda. Kepolisian juga sudah menugaskan Babinkamtibmas di setiap kelurahan untuk memantau informasi masyarakat yang masuk.
“Kami ingin masyarakat ikut berpartisipasi. Kalau ada orang asing atau wajah mencurigakan sesuai foto yang beredar, segera lapor ke kantor polisi terdekat,” tegasnya.
Ke-15 tahanan tersebut merupakan tersangka dari berbagai kasus berat, termasuk pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), penggelapan, serta kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.
Untuk mengantisipasi pelarian lintas kota, kepolisian memperketat penjagaan di terminal, pelabuhan, dan Bandara APT Pranoto, serta berkoordinasi dengan Polres di Kukar, Bontang, dan Balikpapan. Satu tahanan yang mencoba melarikan diri ke Bontang berhasil diamankan berkat laporan cepat dari agen travel yang curiga terhadap gerak-geriknya.
Sementara itu, ruang tahanan Polsek Samarinda Kota kini dikosongkan dan diperbaiki, sedangkan seluruh tahanan yang tersisa telah dipindahkan ke Mapolresta Samarinda. Hendri memastikan evaluasi besar-besaran dilakukan terhadap sistem keamanan.
“Ini menjadi pembelajaran penting. Kami akan memperketat pengawasan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkasnya.
Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S




