KENDARI – Tangis haru mewarnai malam penutupan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional ke-28 Tahun 2025 di Tugu Persatuan Kendari, Sulawesi Tenggara. Sorak sorai menggema ketika Kalimantan Timur (Kaltim) diumumkan sebagai Juara Umum, mempertahankan prestasi gemilang setelah sebelumnya juga meraih gelar tertinggi pada MTQ Nasional ke-30 di Samarinda tahun lalu.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim sekaligus Ketua Umum LPTQ Kaltim, Sri Wahyuni, tak kuasa menahan air mata bahagia. “Alhamdulillah, kafilah Kaltim berhasil meraih juara umum pada STQH Nasional ke-28. Ini adalah hasil dari kerja keras, kebersamaan, dan semangat membumikan Al-Qur’an di Kaltim,” ucapnya dengan suara bergetar.
Ia menegaskan, keberhasilan ini bukan semata hasil latihan intensif, tetapi buah dari sinergi kuat antara peserta, pelatih, pemerintah daerah, dan masyarakat. “Ini bukti bahwa dengan kebersamaan dan komitmen kuat, kita bisa menjadi yang terbaik di tingkat nasional,” tambahnya.
Dari 22 peserta, sebanyak 15 kafilah Kaltim sukses menembus babak final di berbagai cabang lomba, mulai dari tilawah, hafalan juz, tafsir, karya tulis ilmiah hadis, hingga hafalan hadis bersanad. Ketekunan itu mengantarkan Kaltim meraih posisi pertama, disusul DKI Jakarta di posisi kedua, Sumatra Selatan di peringkat ketiga, dan Jawa Timur di posisi keempat. Sementara itu, posisi lima besar hingga sepuluh besar masing-masing ditempati oleh Riau, Jawa Barat, Sumatra Utara dan Kalimantan Selatan (bersama), Kepulauan Riau, Sulawesi Tenggara, serta Nusa Tenggara Barat.
Piala bergilir Presiden Republik Indonesia diserahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka dan Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, H. Abu Rokhmad, kepada Sri Wahyuni selaku perwakilan kafilah Kaltim. Dalam sambutannya, Gubernur Andi menyampaikan apresiasi atas semangat dan persaudaraan seluruh peserta.
“STQH bukan hanya lomba, tetapi syiar Islam yang menebar kedamaian dan kasih sayang,” ujarnya.
Kemenangan ini mempertegas posisi Kaltim sebagai salah satu provinsi dengan pembinaan keagamaan terbaik di Indonesia. Lebih dari sekadar trofi, prestasi ini menjadi simbol dedikasi dan semangat religius masyarakat Kaltim dalam menegakkan nilai-nilai Al-Qur’an.
Bumi Etam kembali menyalakan cahaya dari timur Indonesia — bukan hanya berprestasi, tetapi juga bersyiar.
Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S




