BONTANG – Pemerintah Kota Bontang terus berupaya memperkuat posisi daerah sebagai kota industri yang berdaya saing dan berkelanjutan. Salah satu langkah strategisnya adalah dengan membuka 18 peluang investasi potensial di berbagai sektor.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Aspiannur, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan berbagai bidang yang menjanjikan bagi para investor.
“Mulai dari industri pengolahan limbah B3, farmasi, biodiesel, pengolahan rumput laut, hingga industri pulp dan kertas. Termasuk juga industri yang berbasis bahan baku soda ash seperti kaca, keramik, dan solar panel,” jelasnya, Jumat (28/10/2025).
Selain sektor industri, Bontang juga menawarkan peluang investasi di bidang pelabuhan, pergudangan, pasar, dan terminal.
Menurut Aspiannur, potensi besar tersebut tidak terlepas dari letak geografis Bontang yang strategis di jalur perdagangan Kalimantan Timur serta dukungan infrastruktur yang terus diperkuat pemerintah.
“Kami akan melakukan promosi secara intensif, agar investor mengetahui potensi ini dan tertarik menanamkan modalnya di Bontang,” ujarnya.
Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bontang 2019–2039, kawasan industri Bontang mencakup lahan seluas 1.102,94 hektare yang terbagi menjadi enam klaster. Kondisi lahan di kawasan tersebut terdiri dari semak, bakau, dan lahan kering yang siap dikembangkan menjadi pusat kegiatan industri baru.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




