NUSANTARA – Gagasan penerapan transportasi cerdas berupa sky taxi di Ibu Kota Nusantara (IKN) tampaknya belum akan terwujud dalam waktu dekat. Otorita IKN menilai teknologi tersebut masih terlalu dini untuk diterapkan, dan kemungkinan baru bisa direalisasikan sekitar tahun 2045.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa saat ini pemerintah masih fokus pada pengembangan sistem transportasi dasar di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), khususnya layanan mobilitas antara perkantoran, hunian ASN dan menteri, serta sistem kota cerdas (smart city).
“Menurut saya yang terpenting itu ultimate goal-nya. Jadi kita harus membedakan antara yang penting dan yang urgen. Itu penting, tapi belum urgen sekarang. Yang paling penting dan urgen sekarang adalah transportasi dari office dan hunian, serta smart city-nya,” ujar Basuki dalam media gathering di kantornya, Rabu (29/10/2025).
Terkait wacana taksi terbang, Basuki menilai penerapannya masih jauh dari prioritas. “Mobil aja belum ada, mau naik taksi terbang. Jadi belum urgen sekarang, menurut saya. Lagipula teknologinya akan terus berkembang dan pasti lebih baik di masa mendatang,” jelasnya.
Meski begitu, Basuki tidak menutup kemungkinan adanya uji coba di masa depan. “Kalau mau mulai percobaan, boleh saja, tapi jangan di IKN dulu. Mungkin sekitar tahun 2040 atau 2045 baru bisa diterapkan,” ujarnya.
Sementara itu, Basuki mengungkapkan bahwa fokus IKN saat ini adalah mempercepat penggunaan kendaraan berbasis listrik atau electric vehicle (EV). Mulai tahun 2026, seluruh kendaraan operasional di lingkungan OIKN akan beralih dari bahan bakar minyak (BBM) ke listrik, kecuali kendaraan yang digunakan untuk jasa konstruksi.
“Ini sebenarnya belum mau kami publikasikan. Kami mulai dari OIKN sendiri. Tahun depan, semua kendaraan operasional di IKN sudah harus pakai EV, kecuali kendaraan proyek pembangunan,” tegasnya.
Sebagai informasi, konsep sky taxi atau taksi terbang sebelumnya digagas pada masa kepemimpinan Kepala OIKN Bambang Susantono. Kendaraan udara jenis Optionally Piloted Personal/Passenger Air Vehicle (OPPAV) yang dikembangkan oleh Korea Aerospace Research Institute (KARI) bersama Hyundai Motors Company (HMC) sempat diuji terbang di Bandara APT Pranoto, Samarinda, pada 29 Juli 2023.
Uji terbang tersebut berlangsung selama 10 menit dengan ketinggian sekitar 50 meter, disaksikan langsung oleh Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN kala itu, Mohammed Ali Berawi.
Dengan fokus jangka pendek pada transportasi listrik dan efisiensi sistem mobilitas darat, Basuki menilai sky taxi akan tetap menjadi bagian dari visi masa depan IKN — namun baru akan diwujudkan ketika infrastruktur dasar kota dan kesiapan teknologi telah matang. (MK)
Editor: Agus S




