NUSANTARA – Jalan Tol menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) kemungkinan besar akan dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), sebagaimana pengelolaan jalan tol lain di Indonesia. BUJT akan bertanggung jawab penuh terhadap pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan infrastruktur tol di kawasan ibu kota negara baru tersebut.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan hal itu saat ditemui di kantornya baru-baru ini. “Mungkin kalau untuk beroperasi ya, pengelolaannya sama seperti tol lainnya, oleh BUJT,” ujarnya.
Basuki menjelaskan bahwa progres pembangunan jalan tol ke arah IKN masih menghadapi kendala di ruas 6B-2 sepanjang 2,84 kilometer. “Dilelang ulang November ini,” tambahnya.
Sementara itu, Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek diperkirakan tuntas pembangunannya pada tahun ini. Duplikasi jembatan dengan tiga bentangan baru tersebut menjadi infrastruktur strategis yang menghubungkan beberapa ruas penting menuju kawasan inti pemerintahan.
Plt. Deputi Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Danis Hidayat Sumadilaga, menjelaskan bahwa jembatan ini berperan penting dalam konektivitas antar ruas jalan utama. “Satu ruas menghubungkan ke jalan nasional, sementara dua ruas lainnya terhubung langsung dengan jalan tol arah IKN,” terangnya.
Sebagai informasi, Tol IKN Seksi 6B-2 merupakan bagian dari proyek besar infrastruktur jalan menuju IKN yang saat ini masih dalam proses tender. Pembangunan ini termasuk tahap kedua dari Seksi 6B, yang secara keseluruhan akan menghubungkan Outer Ring Road IKN dengan Simpang Tiga ITCI.
Anggaran yang dibutuhkan untuk proyek Seksi 6B-2 ini mencapai Rp839,61 miliar. Sementara tahap pertama, yaitu Tol IKN Seksi 6B (Outer Ring Road–Simpang ITCI), ditargetkan selesai pada tahun 2025.
Pembangunan jalan tol dan jembatan Pulau Balang menjadi elemen penting dalam mendukung mobilitas logistik dan transportasi menuju IKN, sekaligus memperkuat konektivitas antara Balikpapan, Sepaku, dan kawasan pemerintahan Nusantara. (MK)
Editor: Agus S




