Jalur Baru Pemaluan–Riko Mulai Dibuka, Ruas Lama Dibongkar untuk Pembangunan JBH

PENAJAM PASER UTARA – Perubahan besar terjadi di poros Pemaluan–Riko. Mulai pekan ini, seluruh arus kendaraan dialihkan ke jalur baru yang dibangun di sisi kanan dari arah Riko. Pengalihan diperlukan karena ruas lama resmi dipangkas untuk pembangunan Jalan Bebas Hambatan (JBH) yang akan menjadi penghubung langsung menuju Tol Balikpapan–IKN.

Di lapangan, suasana proyek terlihat sangat padat. Belasan excavator, grader, dump truck, hingga jack hammer bekerja serempak di kawasan Seksi 6A Segmen Riko–Outer Ring Road IKN. Tahap cut and fill berlangsung masif untuk membentuk trase utama JBH yang ditargetkan selesai lebih dari satu tahun ke depan.

Kontraktor memasang pagar pengaman dan safety polinet di sepanjang jalur baru. Panel LED strip light juga dipasang agar pengendara tetap aman saat melintas pada malam hari. Meski demikian, kontur jalur yang masih labil dan perbedaan elevasi di kanan-kiri jalan membuat pengendara harus ekstra waspada.

“Pelan-pelan saja. Jangan menyalip dulu. Kanan-kiri rawan karena tanahnya turun cukup curam,” ujar Bayu, pengendara yang melintas pada Selasa (18/11/2025). Ia mengingatkan bahwa jalur sementara ini memang masih dalam proses pemadatan sehingga kondisi stabilitas tanah belum maksimal.

Baca Juga:  Aktivis Lingkungan Ingatkan Raperda Mahakam: Sungai Bukan Komoditas, Konservasi Harus Diutamakan

Dari hasil tinjauan di lokasi, jalur pengalihan berada persis di sisi cut slope. Jika pengendara kehilangan kendali, risiko kendaraan masuk ke area galian cukup tinggi. Karena itu, sejumlah petugas lapangan terlihat berjaga untuk mengatur lalu lintas proyek dan kendaraan umum yang melintas bersamaan.

Proyek JBH Seksi 6A sendiri merupakan salah satu ruas strategis yang akan mempercepat konektivitas dari Riko menuju kawasan inti pembangunan IKN. Ruas sepanjang 5.128 meter itu mencakup dua jembatan sepanjang total 280 meter, elevated pile slab 749 meter, serta dua overpass dengan panjang keseluruhan 174 meter.

Durasi pekerjaan ditetapkan 1.221 hari kalender. Pada awal September 2025, waktu tersisa 487 hari. Kini, memasuki pertengahan November, masa pengerjaan diperkirakan tinggal sekitar 400 hari. Dengan intensitas pekerjaan yang terus dipercepat, sejumlah titik telah memasuki tahap pembentukan badan jalan.

Pengalihan arus ini diproyeksikan berlangsung cukup lama hingga trase utama selesai terbentuk. Pemerintah mengimbau agar pengendara tetap berhati-hati karena jalur proyek masih akan mengalami perubahan kontur dari waktu ke waktu, terutama saat pekerjaan alat berat sedang berlangsung. (MK)

Baca Juga:  Beras Premium Subsidi Tiba di Balikpapan, Pemerintah Pasang Rem Atasi Harga Nakal

Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.