Kasus HIV/AIDS Melonjak, Ditemukan 104 Kasus Baru

SANGATTA — Hingga Agustus 2025, Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) mencatat 104 kasus baru HIV/AIDS. Meski jumlah ini menunjukkan lonjakan dibanding tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Kutim menilai tingginya angka temuan justru menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menegaskan bahwa semakin banyak kasus ditemukan lebih awal, maka semakin cepat pula mata rantai penularan dapat dihentikan.
“Kalau HIV banyak ditemukan justru bagus, karena bisa cepat memutus mata rantai penularan. Sama seperti TBC, kalau orang enggan periksa lalu beraktivitas bebas, penularannya sulit dikendalikan,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Dinkes Kutim memastikan setiap pasien positif HIV langsung menjalani screening lanjutan untuk menelusuri potensi penularan kepada kontak erat. Setelah itu, pasien akan mendapatkan terapi Antiretroviral (ARV) dan pendampingan rutin guna memastikan kedisiplinan dalam menjalani pengobatan.

Untuk memperluas kesadaran publik, tujuh penyuluh HIV diterjunkan secara aktif melakukan penyuluhan langsung ke masyarakat. Sasaran mereka termasuk pelajar, komunitas sopir, hingga pekerja di Tempat Hiburan Malam (THM). Untuk kelompok tertentu, pemeriksaan bahkan dilakukan menggunakan tiga alat berbeda demi menjamin akurasi.
“Bagi sopir atau pekerja hiburan malam, kami lakukan pemeriksaan hingga tiga kali dengan alat berbeda,” kata Sumarno.

Baca Juga:  Penikaman Maut di Gunung Bugis, Saksi: Korban Dikejar dan Ditikam Saat Lari Menyelamatkan Diri

Inovasi lain yang mendapat respons positif adalah pelibatan penyintas HIV sebagai kader edukasi. Para penyintas dianggap mampu menyampaikan pesan kesehatan secara lebih efektif karena berbicara melalui pengalaman langsung.
“Mereka bisa berbagi pengalaman langsung, menunjukkan bahwa HIV bisa dikendalikan dan tidak perlu ditakuti berlebihan,” tambah Sumarno.

Dengan memperluas layanan kesehatan, pendampingan, dan edukasi masyarakat, Pemerintah Kutim menegaskan komitmennya dalam menekan laju penularan HIV/AIDS. Kolaborasi lintas sektor dan pendekatan inklusif menjadi kunci agar penyintas bisa hidup lebih berkualitas dan masyarakat semakin sadar pentingnya deteksi dini.

Pemerintah berharap langkah ini mampu menciptakan lingkungan yang lebih peduli, bebas stigma, dan mendukung upaya penanggulangan HIV di Kutim.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.