Keterbatasan Anggaran Tak Hentikan Kukar, Proyek Jembatan Sebulu Dikebut lewat Dukungan Pusat

TENGGARONG — Di tengah tekanan fiskal akibat turunnya Transfer ke Daerah (TKD), Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tetap menegaskan komitmennya menuntaskan pembangunan Jembatan Sebulu, salah satu proyek strategis yang telah puluhan tahun dinantikan masyarakat.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengakui bahwa proyek ini masih membutuhkan anggaran sangat besar. Sisa pembiayaan mencapai sekitar Rp500 miliar, jumlah yang mustahil dipenuhi secara cepat hanya mengandalkan APBD Kukar. Meski demikian, pemerintah tidak berhenti mencari solusi. Sejumlah kementerian telah dimintai dukungan dan komunikasi intens dilakukan untuk memungkinkan proyek diambil alih atau dibiayai oleh pemerintah pusat.

“Kita tetap memprogres pembangunan Jembatan Sebulu. Memang TKD sedang turun, tapi seluruh daya dan upaya terus kita lakukan. Tiga hari lalu pihak pusat sudah meminta data teknis jembatan, dan langsung kami kirimkan,” kata Bupati.

Optimisme Pemkab Kukar juga mendapat dukungan politik di tingkat nasional. Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Budi Satrio, menyatakan kesiapannya mendorong pemerintah pusat agar mengambil alih atau membantu pendanaan jembatan tersebut. Bagi Kukar, dorongan ini menjadi momentum penting untuk mempercepat penyelesaian proyek.

Baca Juga:  Tabrak Jembatan Mahulu, Sabaruddin Tegas: Penabrak Wajib Ganti Rugi

Menurut Bupati, biaya terbesar terletak pada pengerjaan bentang tengah jembatan. Tahapan ini tidak bisa dipotong menjadi beberapa fase karena proses fabrikasi, mobilisasi, pemasangan, hingga uji beban harus dilakukan sekaligus. Seluruh rangkaian membutuhkan waktu minimal satu tahun hingga dinyatakan aman dilintasi masyarakat.

“Untuk bentang tengah, prosesnya tidak bisa separuh-separuh. Setelah dipasang, masih ada uji ketahanan yang harus dilalui sebelum jembatan bisa dibuka,” jelasnya.

Lebih jauh, Pemkab Kukar menegaskan bahwa manfaat Jembatan Sebulu melampaui kepentingan lokal. Struktur ini akan menghubungkan Kukar dengan Kutai Timur melalui jalur darat yang lebih efisien serta memperkuat konektivitas kawasan menuju Samarinda. Efek lanjutannya diperkirakan menekan biaya logistik, mempercepat mobilitas barang dan orang, serta membuka ruang ekonomi baru.

“Dengan terbukanya akses dari Kutai Timur menuju Sebulu, jembatan ini akan menjadi simpul penting pembangunan kawasan,” tutur Aulia.

Meski berharap dukungan penuh pemerintah pusat, Kukar tetap menyesuaikan tahapan konstruksi dengan kondisi anggaran daerah. Namun Bupati optimistis bahwa dengan bantuan pendanaan nasional, jembatan tersebut dapat dipercepat pembangunannya.

Baca Juga:  Jembatan Mahakam Ulu Dibuka Pukul 15.00 WITA, Kendaraan di Atas 8 Ton Dilarang Melintas

“Kalau kita maunya secepatnya. Tapi melihat kondisi anggaran, mudah-mudahan dua tahun ke depan jembatan ini bisa kita selesaikan,” ujarnya. (MK)

Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.