BONTANG – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang mempercepat penyusunan basis data pencari kerja (pencaker) dan kebutuhan tenaga kerja perusahaan, untuk kebutuhan tenaga kerja pada 2026. Pendataan ditargetkan rampung pada awal Desember 2025 ini.
Sebanyak 135 perusahaan di Bontang menjadi sasaran pendataan kebutuhan tenaga kerja, lengkap dengan jenis jabatan dan kualifikasi yang dibutuhkan. Di waktu bersamaan, seluruh pencaker juga diklasifikasikan secara detail berdasarkan keterampilan dan posisi yang diminati.
Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Kerja Disnaker Bontang, Lukmanul Hakim, menjelaskan bahwa pengklasifikasian rinci pencaker merupakan arahan langsung dari Wakil Wali Kota. Oleh karena itu, tahun ini pendataan dilakukan lebih detail dibanding periode sebelumnya.
“Para pelamar akan dipetakan berdasarkan jabatan dan keterampilan yang mereka miliki. Data ini nantinya akan diserahkan ke Wakil Wali Kota sebagai dasar kebijakan ketenagakerjaan 2026,” katanya.
Ia menambahkan, pola penempatan tenaga kerja tahun depan akan mengalami perubahan. Pemerintah Kota akan berperan aktif menawarkan data pencaker kepada perusahaan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
Jika kompetensi pencaker belum sesuai dengan kualifikasi yang diminta industri, maka Disnaker akan menyesuaikan pola pelatihan agar lebih tepat sasaran. “Ke depan, pelatihan tidak lagi bersifat umum. Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan di Bontang,” jelasnya.
Sebagai bentuk penunjang, Disnaker juga tengah mengembangkan aplikasi pemetaan kompetensi pencaker. Aplikasi ini akan memuat riwayat pelatihan, minat kerja, hingga kemampuan teknis yang perlu ditingkatkan.
“Dengan sistem ini, penyusunan pelatihan akan berbasis data, mengikuti potensi pencaker serta permintaan pasar kerja,” terangnya.
Ia juga menegaskan, bahwa keberhasilan sistem ini juga bergantung pada kedisiplinan pencaker dalam memperbarui data, termasuk memperpanjang kartu kuning secara berkala.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




