BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mengambil langkah strategis untuk memecah kebuntuan lapangan kerja domestik dengan membuka gerbang menuju pasar kerja global.
Tidak sekadar mengirim tenaga kerja, Pemkot memastikan warganya yang akan menjadi “Pahlawan Devisa” mendapatkan perlindungan negara secara utuh, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan.
Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan (Memorandum of Agreement) antara Pemkot Bontang dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).
Momen bersejarah ini berlangsung di Aula K.H. Abdurrahman Wahid, Gedung KP2MI, Jakarta Selatan, pada Selasa (02/12/2025).
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, hadir langsung untuk menandatangani kesepakatan tersebut bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala BP2MI, Mukhtarudin.
Keseriusan pemerintah pusat dalam kolaborasi ini terlihat dari kehadiran jajaran petinggi kementerian, termasuk Wakil Menteri (Wamen) Christina Aryani, Sekretaris Jenderal (Sekjen), dan Inspektur Jenderal (Itjen) KP2MI yang turut menyaksikan prosesi tersebut.
Dalam sambutannya, Wali Kota Neni menyadari bahwa persaingan lapangan kerja di dalam negeri semakin ketat. Sementara di sisi lain, peluang kerja di luar negeri justru terbuka lebar seiring kemajuan global. “Masyarakat tidak boleh hanya bergantung pada lapangan kerja di dalam negeri. Peluang kerja saat ini tidak hanya terbatas di sini. Dengan jumlah penduduk usia kerja di Bontang sebanyak 143.729 orang, kita memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pasar tenaga kerja global,” ujar Wali Kota Neni.
Namun, Wali Kota yang berlatar belakang dokter ini menegaskan bahwa bekerja di luar negeri bukanlah hal mudah. Dibutuhkan persiapan matang dan informasi akurat untuk meminimalkan risiko.
Oleh karena itu, Nota Kesepakatan ini mencakup kerja sama yang komprehensif, mulai dari penyebarluasan informasi migrasi aman, peningkatan kompetensi, layanan penempatan, hingga pemberdayaan purna Pekerja Migran Indonesia (PMI). “Kerja sama ini adalah bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi warganya hingga ke pelosok daerah. Kami ingin memastikan kehidupan dan kesejahteraan yang layak bagi pekerja migran bersama keluarga mereka di kampung halaman,” tegas Neni.
Melalui sinergi ini, Dinas Ketenagakerjaan dan OPD terkait di Bontang akan mengoptimalkan layanan terpadu yang ramah bagi calon PMI. Harapannya, kesepakatan ini tidak berhenti di atas kertas, tetapi menjadi “jalan tol” bagi warga Bontang untuk meraih kesuksesan di mancanegara dengan rasa aman.
“Sebagaimana kata pepatah, jika ingin berjalan cepat maka berjalanlah sendiri, tapi jika ingin berjalan jauh maka berjalanlah bersama-sama. Mari kita bekerja bersama untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi para pahlawan devisa kita,” pungkas Wali Kota.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




