JAKARTA — Mayoritas masyarakat menilai pemerintahan Prabowo–Gibran memiliki komitmen kuat dalam menjaga integritas dan bebas dari praktik korupsi. Penilaian ini muncul dalam survei Adidaya Institute yang dirilis pada awal Desember 2025.
Survei yang dilaksanakan pada 27 Oktober hingga 3 November 2025 tersebut mencatat 78,5 persen responden percaya bahwa duet Prabowo–Gibran tidak terlibat dalam praktik korupsi selama menjalankan pemerintahan. Keyakinan ini dinilai sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang berkali-kali menegaskan sikap tegasnya terhadap tindak korupsi.
“Publik memandang pemerintahan Prabowo–Gibran punya komitmen kuat untuk bersih dari korupsi. Ini konsisten dengan sikap Presiden Prabowo yang sering menyampaikan perang terhadap korupsi,” ujar Managing Director Public Policy and Politics Adidaya Institute, Ahmad Fadhli, dalam konferensi pers Rabu (3/12/2025).
Selain terkait isu korupsi, survei juga menunjukkan persepsi publik yang cukup positif terhadap aspek kolusi. Sebanyak 72,2 persen responden menyatakan percaya bahwa pemerintahan Prabowo–Gibran jauh dari praktik kolutif.
“Sebanyak 72,2 persen responden menilai rezim Prabowo–Gibran bersih dari kolusi. Ini linear dengan temuan soal integritas terhadap korupsi,” jelas Fadhli.
Survei Adidaya Institute dilakukan secara tatap muka selama delapan hari, melibatkan 1.240 responden dari 19 provinsi yang tersebar di seluruh Indonesia. Penarikan sampel menggunakan metode probability sampling dengan margin of error 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasil tersebut, menurut Adidaya Institute, menggambarkan tingkat kepercayaan publik yang relatif tinggi terhadap kinerja awal pemerintahan Prabowo–Gibran dalam menjaga tata kelola dan akuntabilitas. (fj)
Editor: Agus S




