BONTANG – Di tahun 2026, Bontang dipastikan menerima dukungan pendanaan sebesar Rp 900 juta dari Program Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPF-CF). Pendanaan ini sebagai upaya peningkatan kualitas lingkungan di Kota Bontang.
FCPF-CF merupakan inisiatif global di bawah Bank Dunia, yang memberikan insentif finansial kepada daerah atau negara yang berhasil menekan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang, Heru Triatmojo menyebutkan, nilai bantuan tahun depan melonjak dibandingkan penerimaan tahun 2025. Tahun ini, Bontang memperoleh Rp420 juta melalui program yang diprakarsai Bank Dunia tersebut.
“Dana ini melonjak cukup tinggi dibanding yang kita dapatkan 2025 ini,” terangnya.
Heru menegaskan, bahwa dana FCPF-CF tidak dicatatkan dalam struktur APBD. Anggaran tersebut disalurkan langsung kepada kelompok masyarakat, pelaku usaha, maupun komunitas yang menjalankan program perlindungan lingkungan.
Penyalurannya mencakup penguatan kegiatan kelompok tani, pengembangan Kampung Iklim (Proklim), serta mendukung program berkelanjutan di sekolah-sekolah Adiwiyata.
“Semua dana diarahkan langsung ke pihak-pihak yang secara aktif membina lingkungan,” jelasnya.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




