Kondisi Fiskal Turun Drastis, Pj Sekda Tantang ASN Tetap Bisa Berinovasi

BONTANG – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah, Akhmad Suharto, menantang para ASN di bawahnya agar mampu berinovasi di tengah efisiensi. Hal itu diungkapkan saat memimpin apel pagi, Senin (8/12).

Tantangan itu dilontarkan mengingat kondisi fiskal Bontang yang mengalami penurunan drastis, dari Rp2,8 triliun menjadi Rp1,9 triliun.

Penurunan hampir Rp1 triliun ini memicu keluhan di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Wah, luar biasa ngeluhnya. Ada yang bilang kalau kami tidak jalan, kami pasang mobil di luar,” ungkap Suharto menirukan keluhan yang masuk.

Menghadapi hal ini, Suharto meminta ASN berhenti mengeluh dan mulai berpikir kreatif.

“Jangan kita marah kalau tidak ada uang, tidak jalan. Kita harus berpikir bagaimana menjadi pemimpin pengganda,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pemborosan di masa lalu, seperti permintaan makan dan transportasi berlebihan untuk acara seremonial, yang kini harus dipangkas habis.

Selain isu anggaran, Suharto juga mengingatkan tentang ancaman yang sering terlupakan karena hiruk-pikuk politik global: bencana lingkungan.
“Kita mungkin hanya bisa bercerita, dulu masa saya bisa melihat beruang atau bekantan. Sekarang enggak ada lagi, habis,” renungnya.

Baca Juga:  Banjir Rendam Perum Bontang Permai, Wali Kota Tinjau Lokasi

Namun, ia mengaku bangga karena tradisi hijau di Bontang mendapat pujian dari provinsi. Kebijakan mewajibkan ASN menanam pohon saat naik pangkat atau menikah dinilai sebagai langkah visioner yang harus terus dijaga.
“Jadi, kita harus berpikir ke depan seperti apa. Kalau pemerintah minta tanam pohon, itu jangan dipikir keterpaksaan. Itu investasi masa depan,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.