Sidak LPG di Samarinda, Wawali Temukan Tabung Kurang Timbangan hingga 1 Kilogram

SAMARINDA — Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik distribusi kebutuhan pokok, termasuk Indogrosir, Pasar Merdeka, serta Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Sentosa pada Rabu (10/12), sekitar pukul 11.00 WITA. Sidak ini difokuskan untuk memastikan ketersediaan dan kualitas Bahan Pokok Penting (Bapokting), khususnya elpiji dan BBM.

Salah satu temuan utama terjadi saat tim melakukan penimbangan acak tabung gas LPG 12 kilogram di SPBU Jalan Sentosa. Dari pemeriksaan lapangan, berat tabung kosong berkisar di angka 15 kilogram lebih. Dengan demikian, tabung berisi penuh seharusnya memiliki total berat sekitar 27 kilogram. Namun, ketika ditimbang ulang, sejumlah tabung hanya menunjukkan berat 26 hingga 26,5 kilogram, menandakan potensi kekurangan isi mencapai 1 kilogram.

Menanggapi temuan tersebut, Wawali Saefuddin Zuhri menjelaskan bahwa kondisi tabung yang digunakan pihak SPBU diduga merupakan tabung lama, sehingga bisa memengaruhi pembacaan berat secara keseluruhan.

“Gas tadi kan ada yang kurang 1 kilo, harus setengah kilo. Ya gini, kalau gas itu kita lihatin dari tabungnya. Dari tabungnya itu ada tabung itu kan 15,1 dan itu tabung itu karena kita melihatnya tabung bekas, itu mungkin ada sisa atau gimana kita tidak tahu,” ujar Saefuddin Zuhri.

Baca Juga:  Eksepsi Ditolak, Peran Terdakwa Siap Diuji di Persidangan

Meski demikian, Zuhri menilai secara umum situasi sembako dan energi di Samarinda tetap aman dan terkendali.
“Kalau kita ngelihatin secara semuanya, itu secara global, itu aman,” tambahnya. Ia juga memastikan stok LPG 3 kilogram tersedia dan tidak menunjukkan tanda-tanda kelangkaan.

Asisten II Pemerintah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menegaskan bahwa temuan tersebut akan segera ditindaklanjuti dengan sidak lanjutan yang lebih teknis ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE). Pemeriksaan akan dilakukan dengan metode pengukuran standar untuk memastikan akurasi pengisian tabung.

“Tim akan mengambil sampel tabung penuh, menimbangnya, lalu membuang isinya dan menimbang tabung kosong. Intinya adalah Alhamdulillah lewat sidak ini kondisi Samarinda aman dan terkendali. Jika terjadi lonjakan harga yang tidak signifikan, kami akan turun melakukan operasi pasar,” jelas Marnabas.

Sementara itu, perwakilan Pertamina yang diinformasikan hadir dalam rombongan sidak tidak berhasil ditemui wartawan untuk mengklarifikasi temuan kekurangan berat LPG tersebut. (Dim)

Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.