BONTANG – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bontang, Deddy Haryanto, memaparkan sejumlah isu strategis yang melibatkan organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam rapat koordinasi Satuan Tugas Pemberantasan Premanisme dan Ormas Bermasalah.
Deddy menyebutkan beberapa isu krusial yang berpotensi menimbulkan konflik sosial. Di antaranya aktivitas galian C ilegal yang berdampak pada kerusakan lingkungan dan memicu konflik di tengah masyarakat, persoalan ketenagakerjaan dan lingkungan pada sektor industri, serta dugaan pencemaran pesisir akibat limbah CPO yang berujung pada aksi protes nelayan.
Selain itu, Kesbangpol juga menyoroti konflik pendirian rumah ibadah yang kerap dipicu sengketa lahan dan persoalan kebisingan, serta aktivitas kelompok eks-HTI yang diduga masih melakukan gerakan bawah tanah maupun melalui media sosial. Isu lain yang turut menjadi perhatian adalah keberadaan organisasi yang tidak terdaftar namun aktif melakukan penggalangan massa.
“Beberapa konflik sempat padam dan diselesaikan, hanya saja belakangan muncul lagi konflik-konflik seperti masjid itu,” katanya.
Selain itu, Asisten 1, Dasuki menambahkan peningkatan koordinasi dan pertukaran informasi yang cepat, tepat, dan akurat menjadi kunci dalam mendukung pemetaan potensi konflik.
“Deteksi dini terhadap potensi penyimpangan ideologi dan gangguan keamanan perlu diperkuat dengan melibatkan masyarakat dan ormas yang berperan positif,” jelasnya.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




