BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memastikan komitmennya terhadap sektor pendidikan, melalui realisasi Program Kartu Bontang Pintar (KBP) yang ditargetkan mulai berjalan pada awal tahun mendatang. Program ini disiapkan sebagai bentuk dukungan langsung kepada pelajar SD dan SMP di seluruh wilayah kota.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa kehadiran KBP diharapkan mampu meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Menurutnya, persoalan pendidikan tidak boleh terhambat oleh keterbatasan ekonomi.
“Kita ingin membantu masyarakat agar anak-anak tetap bisa mengenyam pendidikan dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha, menyampaikan bahwa pihaknya tengah merampungkan seluruh aspek teknis sebelum program tersebut diluncurkan secara resmi. Ia menegaskan KBP merupakan program prioritas yang dibiayai penuh melalui APBD Kota Bontang.
“Walaupun terjadi penyesuaian anggaran daerah akibat penurunan pendapatan, program ini tetap berjalan. Semua mekanisme saat ini sedang kami finalisasi,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara, sekitar 29 ribu siswa SD dan SMP tercatat sebagai calon penerima manfaat. Disdikbud masih menggodok sejumlah ketentuan teknis, termasuk pola penyaluran bantuan serta aturan pelaksanaannya di tingkat sekolah.
Adapun besaran bantuan yang sebelumnya diusulkan sebesar Rp1 juta per siswa mengalami penyesuaian. Setelah dilakukan perhitungan ulang, nilai bantuan ditetapkan sebesar Rp300 ribu per siswa. Penyesuaian ini dilakukan menyusul kebijakan pemangkasan anggaran tahun 2026 dari pemerintah pusat, yang turut berdampak pada kemampuan fiskal daerah.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Pemkot Bontang optimistis Kartu Bontang Pintar dapat segera direalisasikan, dan memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan di Kota Taman.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




