BONTANG – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh SMAN 3 Bontang pada tahun 2025. Dari total 721 sekolah di 31 provinsi, SMAN 3 Bontang menjadi satu-satunya Sekolah Menengah Atas dari Kota Bontang yang berhasil meraih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional 2025.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, pada 11 Desember 2025 di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Capaian ini menjadi momentum percepatan pendidikan lingkungan, mengingat kurang dari satu persen sekolah memenuhi standar Adiwiyata.
Dr. Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa pendidikan lingkungan hidup merupakan fondasi penting dalam menjawab tantangan krisis iklim global. Ia menilai sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran dan karakter generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan, terutama di tengah meningkatnya ancaman bencana ekologis di berbagai daerah.
Penghargaan Adiwiyata Nasional diberikan kepada sekolah yang mencapai nilai minimal 80 persen dan telah meraih penghargaan tingkat provinsi atau kabupaten/kota. Ketentuan ini menegaskan bahwa penghargaan tidak hanya menilai capaian internal, tetapi juga dampak pembinaan kepada sekolah lain.
Lonjakan penerima penghargaan juga menunjukkan antusiasme daerah. Pada tahun 2025, terdapat 372 calon Adiwiyata Mandiri dan 974 calon Adiwiyata Nasional yang diajukan dari 31 provinsi. Hasilnya, jumlah penerima Adiwiyata Nasional meningkat 40,82 persen dan Adiwiyata Mandiri naik 24,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menandakan komitmen yang terus tumbuh dari berbagai wilayah.
Gerakan ini semakin menguat karena seluruh penerima penghargaan, salah satunya SMAN 3 Bontang, merupakan sekolah yang telah menerapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS). Program ini membangun pembiasaan hidup ramah lingkungan dalam seluruh aktivitas sekolah, mulai dari pengurangan sampah, konservasi air, penyediaan ruang hijau, hingga integrasi nilai lingkungan dalam pembelajaran sehari-hari.
Harwanti, Kepala SMAN 3 Bontang, menjelaskan bahwa program Adiwiyata di SMAN 3 Bontang telah mengimplementasikan lima aspek utama Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH), meliputi kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, konservasi keanekaragaman hayati, penghematan dan konservasi energi, serta penghematan dan konservasi air. Program ini menjadi instrumen strategis dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak dini di lingkungan SMAN 3 Bontang.
Lebih lanjut, Harwanti menegaskan bahwa momentum ini akan menjadi motivasi dan pendorong langkah selanjutnya untuk mencapai Adiwiyata Mandiri. Ia juga menyampaikan apresiasi bahwa keberhasilan meraih Adiwiyata Nasional merupakan hasil kerja nyata dan konsistensi seluruh warga sekolah, yang meliputi siswa, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar, serta dukungan instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan perusahaan yang konsisten mendukung program lingkungan, antara lain PT Kaltim Parna Industri dan PT Pupuk Kaltim. Dukungan tersebut mengantarkan SMAN 3 Bontang menjadi satu-satunya Sekolah Menengah Atas Negeri di Kota Bontang yang lolos Adiwiyata Nasional pada tahun 2025.
Kontributor: Sriningsih Hutomo
Editor: Yusva Alam




