Musim Hujan Berkepanjangan Tekan Angka Karhutla di Bontang

BONTANG — Intensitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Bontang tahun ini mengalami penurunan tajam. Faktor cuaca yang didominasi hujan berkepanjangan, dinilai menjadi penyebab utama meredanya kasus kebakaran lahan dibandingkan tahun sebelumnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang mencatat, sepanjang tahun ini hanya terjadi delapan kejadian karhutla. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 40 kejadian.

Kepala Pelaksana BPBD Bontang Usman melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail, menyebut tren penurunan ini cukup signifikan. Menurutnya, kondisi tersebut turut meringankan upaya penanganan bencana di lapangan.

“Jumlah kejadian karhutla tahun ini jauh berkurang dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

Penurunan tersebut tidak terlepas dari perubahan pola cuaca ekstrem. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bontang, Eko Mashudi, menjelaskan bahwa musim hujan datang lebih awal dan berlangsung lebih lama dari biasanya.

“Sejak akhir Agustus sudah sering hujan, bahkan pada September lalu Bontang sempat mengalami banjir cukup besar,” jelasnya.

Eko menambahkan, eskalasi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh aktivitas siklon di wilayah Pasifik dan Australia, yang berdampak pada pola iklim di Kalimantan Timur, termasuk Bontang.

Baca Juga:  Neni Imbau Masyarakat Jaga Kelestarian Laut

Di sisi lain, peningkatan kesadaran masyarakat juga menjadi faktor pendukung. Warga dinilai semakin memahami risiko membuka lahan dengan cara membakar, maupun membakar sampah di area yang mudah terbakar.

“Kesadaran masyarakat mulai tumbuh, ini sangat membantu menekan potensi karhutla,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.