Urban Farming Berbasis Sampah Organik Diluncurkan, Lukman: Bisa Jadi Motor Penggerak Ekonomi Rumah Tangga

BONTANG — Launching Urban Farming Program Pengelolaan Sampah Organik dari Sumbernya resmi digelar di RT 06 Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, Rabu (17/12) pagi. Program ini menjadi langkah nyata dalam mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus penguatan ketahanan pangan berbasis rumah tangga.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Operasi PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) F. Purwanto beserta jajaran, perwakilan Kecamatan Bontang Utara, Lurah Guntung Denny Febrian, Ketua RT 06 Kelurahan Guntung, serta sejumlah kelompok masyarakat dan kelompok tani, di antaranya Kelompok Wanita Tani (KWT) Loktungsi, Sidrap Damai, Keluarga Cemara, dan Rukun Tani.

Pada kesempatan tersebut, PT Pupuk Kalimantan Timur juga menyerahkan bantuan sarana pendukung pengelolaan sampah organik kepada masyarakat kelompok tani.

Bantuan yang diserahkan berupa satu unit mesin pencacah sampah organik, serta masing-masing 15 paket Biodek dan Ecofert yang akan digunakan dalam proses pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos dan media tanam.

Mewakili Pemerintah Kota Bontang, Staf Ahli Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Sumber Daya Manusia (PKSDM), Lukman, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Pupuk Kalimantan Timur atas kontribusi strategis dan dedikasi nyata dalam mengelaborasi inisiatif keberlanjutan lingkungan melalui program urban farming berbasis pengelolaan sampah organik dari sumbernya.

Baca Juga:  Pelajar Kendarai Motor Tabrak Mobil Parkir di Depan SMKN 1, Terpental Satu Meter

“Iklim global kini menjadi tantangan nyata yang menguji ketahanan setiap kota. Pertumbuhan populasi yang berbanding lurus dengan peningkatan konsumsi melahirkan konsekuensi logis berupa peningkatan timbulan sampah yang terus meningkat,” ujar Lukman.

Ia menegaskan bahwa persoalan sampah saat ini tidak lagi sekadar isu kebersihan, melainkan telah berkembang menjadi persoalan sosial, ekonomi, dan terutama keberlanjutan lingkungan. Karena itu, konsep ekonomi sirkular dinilai sebagai paradigma transformatif yang perlu diadopsi dengan menggeser pola linear ambil–konsumsi–buang menuju pemanfaatan kembali sumber daya hingga nol residu atau zero waste.

Menurut Lukman, program urban farming dapat menjadi motor penggerak ekonomi sirkular skala mikro di tingkat rumah tangga. Limbah organik diolah secara mandiri menjadi pupuk kompos dan media tanam yang mendukung produksi pangan keluarga, sekaligus mengurangi beban sampah kota.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, hingga masyarakat Kota Bontang, untuk bergerak bersama dan mengambil peran aktif dalam pengelolaan sampah berbasis sumber.

Melalui sinergi lintas sektor ini, diharapkan program urban farming tidak hanya mampu menekan volume sampah organik, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keberlanjutan lingkungan dan kemandirian pangan di Kota Bontang.

Baca Juga:  Curi Peralatan Tukang di Tanjung Limau, Pelaku Tertangkap di Samarinda

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.