NUSANTARA – Lonjakan kunjungan ke jantung Ibu Kota Nusantara (IKN) masih terasa hingga Jumat (26/12/2025). Meski tidak sepadat sehari sebelumnya, arus kendaraan dan wisatawan tetap tinggi. Tercatat, sebanyak 10.050 kendaraan roda empat memasuki kawasan inti IKN, sementara jumlah pengunjung menembus lebih dari 35 ribu orang.
Kawasan Sepaku, yang menjadi pusat aktivitas IKN, tetap dipadati masyarakat meskipun hujan sempat mengguyur sejak tengah hari. Antusiasme publik untuk melihat langsung wajah baru Nusantara tak surut, bahkan di tengah cuaca kurang bersahabat.

Pantauan di lapangan menunjukkan area parkir Taman Kusuma Bangsa dipenuhi ribuan kendaraan. Kondisi serupa terlihat di sepanjang jalan kompleks Kementerian Koordinator (Kemenko) 1 dan 2 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Mobil dengan berbagai merek, tipe, dan warna terparkir rapi hingga memakan separuh badan jalan, menyerupai arena pameran otomotif terbuka.
Berdasarkan data rekapitulasi Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), pada Kamis (25/12/2025) jumlah pengunjung di jantung IKN bahkan mencapai lebih dari 36.700 orang. Di hari yang sama, kendaraan roda empat yang masuk ke kawasan IKN juga tercatat sebanyak 10.050 unit.
Empat kantong parkir utama yang disiapkan pengelola tampak kewalahan menampung lonjakan kendaraan. Kepadatan paling mencolok terlihat di ruas jalan kompleks Kemenko 1 dan 2 KIPP IKN, yang menjadi salah satu titik favorit pengunjung.
Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, mengungkapkan bahwa angka kunjungan tersebut diperoleh melalui perhitungan manual.
“Perhitungan masih manual, karena ada beberapa yang tidak terekam sistem,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Sejumlah titik strategis menjadi magnet utama pengunjung, seperti Taman Kusuma Bangsa, Jalan Grande, serta area halaman Istana Negara. Masyarakat diperbolehkan masuk hingga halaman depan Istana untuk melihat dari dekat dan mengabadikan momen, dengan jam kunjungan dibuka hingga pukul 16.00 Wita.
Desy, pengunjung asal Kutai Barat, mengaku tak bisa menyembunyikan kekagumannya saat melihat langsung kawasan IKN.
“Nggak bisa ber-word word. Sumpah, keren sekali IKN. Memang sudah dari bulan lalu merencanakan ke sini bareng keluarga, mumpung anak-anak libur sekolah,” tuturnya antusias.
Tingginya kunjungan ke IKN juga berdampak langsung pada tingkat hunian penginapan di sekitar kawasan. Tidak hanya hotel berbintang seperti Qubica Boutique Hotel Nusantara yang ramai tamu, penginapan kelas menengah hingga vila juga mencatat okupansi penuh.
Salah satunya Reddorz Syariah SuatuVilla yang dilaporkan full booking sejak 18 Desember. Mayoritas tamu berasal dari Sangatta, Samarinda, hingga Banjarmasin.
Rampungnya sejumlah infrastruktur utama di IKN tampaknya memicu rasa penasaran publik yang besar. Masyarakat ingin melihat langsung progres pembangunan, bukan hanya melalui informasi atau pemberitaan. Lonjakan kunjungan ini menunjukkan bahwa daya tarik Nusantara tidak hanya bertumpu pada jalan tol, tetapi juga pada simbol dan wajah baru ibu kota masa depan Indonesia.(riz)
Editor: Agus S




