Pria di Samarinda Ulu Ditemukan Tewas, Polisi Selidiki Dugaan Bunuh Diri dengan Senapan Angin

SAMARINDA — Warga di kawasan Jalan Kadrie Oening, Kecamatan Samarinda Ulu, dikejutkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia pada Rabu malam (31/12/2025). Korban ditemukan dengan luka di bagian kepala dan diduga kuat meninggal akibat bunuh diri menggunakan senapan angin.

Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 22.30 WITA, bertepatan dengan suasana pergantian tahun. Informasi awal dari warga segera ditindaklanjuti aparat kepolisian.

Kapolsek Samarinda Ulu AKP Wawan Gunawan membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan pihaknya menerima laporan adanya seorang laki-laki ditemukan meninggal dunia di dalam kamar dengan indikasi luka tembak di area kening.

“Benar, kami menerima laporan dari masyarakat terkait seorang laki-laki yang meninggal dunia dan diduga bunuh diri,” ujar AKP Wawan saat dikonfirmasi.

Usai laporan diterima, personel Polsek Samarinda Ulu berkoordinasi dengan tim Jatanras dari Polresta Samarinda untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas juga mendatangi RS Samarinda Medika Citra (SMC), tempat korban sempat dibawa oleh keluarga.

“Korban sempat dievakuasi ke rumah sakit dengan harapan masih bisa tertolong. Namun saat tiba, tim medis menyatakan korban sudah meninggal dunia,” jelas Wawan.

Baca Juga:  Sidak Tambang Ilegal di Kalimarau, Dinas ESDM Kaltim Hentikan Galian C Tanpa Izin di Berau

Dari hasil pemeriksaan awal di TKP, polisi menemukan senjata yang diduga digunakan korban berupa senapan angin laras panjang. Barang tersebut telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Hingga kini, kepolisian masih mendalami motif dan kronologi lengkap kejadian. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk pihak yang pertama kali menemukan korban dan yang membawa korban ke rumah sakit.

“Kami masih melakukan pendalaman, memeriksa saksi-saksi untuk memastikan peristiwa ini secara utuh,” tambahnya.

Pihak kepolisian tidak mengungkap identitas korban demi menghormati privasi dan masa duka keluarga. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan tidak menyebarkan foto atau informasi sensitif terkait kejadian tersebut.

“Kami minta masyarakat tetap tenang dan lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Jika ada hal mencurigakan atau berpotensi membahayakan, segera laporkan ke pihak berwajib,” tutup AKP Wawan. (Dim)

Editor: Agus S.

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.