Tujuh Cabor Dicoret, KONI Bontang Fokuskan 56 Cabang ke Porprov Paser 2026

BONTANG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bontang memastikan tidak seluruh cabang olahraga akan diberangkatkan ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 di Kabupaten Paser. Dari total 63 cabang olahraga yang dipertandingkan, tujuh cabor diputuskan tidak ikut serta karena dinilai sudah tidak aktif.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Bontang, Jamaluddin, menyebut keputusan itu diambil setelah evaluasi internal terhadap keaktifan kepengurusan dan pembinaan atlet di masing-masing cabang.

“Dari 63 cabor, ada tujuh yang tidak kita berangkatkan. Kepengurusannya sudah tidak aktif, begitu juga pembinaan atletnya,” ujar Jamaluddin saat ditemui beberapa waktu lalu.

Dengan keputusan tersebut, KONI Bontang hanya akan memberangkatkan 56 cabang olahraga dengan jumlah atlet sekitar 650 orang. Adapun cabor yang dipastikan tidak ikut antara lain anggar, MMA, selam, ski air, e-sport, serta dua cabang lainnya yang belum disebutkan secara rinci.

Jamaluddin menegaskan, langkah ini diambil agar pembinaan lebih terfokus pada cabang olahraga yang masih aktif dan memiliki peluang realistis menyumbangkan medali bagi Bontang.

Baca Juga:  Balapan Kandang Terakhir Valentino Rossi, Disiapkan 11 Ribu Topi

“Daripada memaksakan cabor yang sudah mati, lebih baik kita konsisten mengawal cabor yang aktif dan punya potensi prestasi,” tegasnya.

Ia bahkan tidak menutup kemungkinan jumlah cabor yang diberangkatkan bisa kembali berkurang. Evaluasi lanjutan akan dilakukan terhadap 56 cabor tersebut, terutama melihat perkembangan atlet dan peluang raihan medali.

“Dari 56 cabor itu pun, masih bisa saja nanti ada dua atau tiga yang tidak kita ikutkan. Semua tergantung progres atlet dan potensi medali,” tambahnya.

Untuk mendukung keikutsertaan di Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur 2026, KONI Bontang telah mengajukan anggaran sebesar Rp7 miliar. Anggaran tersebut mencakup kebutuhan keberangkatan kontingen, perlengkapan atlet, transportasi, hingga pelaksanaan training center (TC).

“Sekitar Rp1 miliar kita ajukan khusus untuk TC, selebihnya untuk keberangkatan dan kebutuhan atlet,” tutup Jamaluddin.

Penulis: Dwi S
Edior: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.