Bencana Banjir Masih Jadi Ancaman Utama di Kabupaten Paser

PASER — Banjir masih menjadi bencana yang paling sering terjadi di Kabupaten Paser sepanjang tahun 2025. Data BPBD Kabupaten Paser mencatat sebanyak 78 peristiwa bencana ditangani selama tahun lalu, dengan banjir menempati posisi teratas dibandingkan jenis bencana lainnya.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Paser, Kaspul Anwar, menyampaikan bahwa meskipun Kabupaten Paser mengalami berbagai kejadian bencana, banjir tetap menjadi ancaman paling serius bagi masyarakat.

Berdasarkan rekapitulasi BPBD, sepanjang 2025 terjadi 28 peristiwa banjir. Selain itu, tercatat 21 kejadian kebakaran permukiman, 12 peristiwa pohon tumbang, 7 kejadian orang hilang, 4 peristiwa tanah longsor, 3 pergerakan tanah, serta 3 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Meski masih mendominasi, jumlah kejadian banjir di tahun 2025 menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Meski banjir mendominasi di tahun 2025, tetapi terjadi penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di mana pada tahun 2024 tercatat sebanyak 58 kasus banjir melanda Paser,” kata Kaspul, Rabu (7/1/2025).

Selain penurunan jumlah kejadian, BPBD Paser juga mencatat dampak banjir sepanjang 2025 tidak separah tahun-tahun sebelumnya. Kondisi serupa juga terjadi pada kasus kebakaran hutan dan lahan yang sempat meningkat pada 2024, namun turun drastis menjadi hanya tiga kasus di 2025.

Baca Juga:  Status Ratusan Honorer Non-Database di Kaltim Masih Menggantung, Pemprov Masih Tunggu Arahan Kemen PAN-RB

Menurut analisis BPBD, tingginya frekuensi banjir di Kabupaten Paser dipicu oleh beberapa faktor utama. Salah satunya adalah kiriman air dari wilayah hulu yang melebihi kapasitas sungai, sehingga menyebabkan luapan air ke permukiman warga. Faktor lainnya adalah berkurangnya daerah resapan air di wilayah hilir, khususnya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kandilo.

Selain itu, cuaca ekstrem juga menjadi pemicu banjir, seperti yang terjadi pada Oktober 2025 di Kecamatan Long Ikis, ketika curah hujan sangat tinggi menyebabkan dua sungai meluap secara bersamaan.

“Bencana banjir masih menjadi ancaman yang serius di Paser. Kami terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang bermukim di sepanjang aliran sungai,” pungkas Kaspul. (Nash)

Pewarta: Nash
Editor: Agus S.

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.