Penikaman Maut di Gunung Bugis, Saksi: Korban Dikejar dan Ditikam Saat Lari Menyelamatkan Diri

BALIKPAPAN — Peristiwa penikaman yang menewaskan Wahyu di kawasan Gunung Bugis, Balikpapan Barat, terjadi di depan mata rekannya, Febriansyah. Saat itu, Febriansyah mendampingi korban dengan niat menyelesaikan persoalan secara damai, namun situasi berubah menjadi tragedi.

Febriansyah mengaku tidak mengetahui masalah yang dihadapi Wahyu. Ia hanya diminta menemani korban untuk bertemu seseorang di lokasi kejadian.

“Saya menemani Ka Wahyu untuk berdamai, tapi saya tidak tahu masalahnya apa. Saya ikut dengan Ka Wahyu ke Gunung Bugis,” ujarnya, Senin (19/1/2026).

Setibanya di lokasi, Wahyu bertemu dengan seorang pria bernama Cude. Febriansyah tidak mendengar pembicaraan keduanya. Namun suasana mendadak mencekam ketika Cude diduga memberi perintah kepada orang lain.

“Tiba-tiba si Cude ini mengatakan, ‘urus Madi, urus itu Wahyu’,” jelas Febriansyah.

Tak lama kemudian, seorang pria bernama Madi meninggalkan lokasi dan kembali sambil membawa senjata tajam. Menyadari ancaman tersebut, Wahyu berusaha menyelamatkan diri dengan berlari.

“Ka Wahyu langsung lari, tapi si Madi ini langsung mengejar dan menikam Ka Wahyu. Saya sangat jelas melihat penikaman tersebut,” tambahnya.

Baca Juga:  Serapan Anggaran di Atas 80 Persen, Pemkab Kutim Anggap Masih Level Aman

Dalam kondisi panik, Febriansyah melarikan diri karena merasa nyawanya juga terancam.

“Begitu saya melihat penikaman itu, saya lari karena panik. Saya juga hampir diloncati oleh anggota Cude,” tegasnya.

Sementara itu, istri korban, Liza Ayu, mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut. Ia menegaskan tidak dapat menerima aksi pengeroyokan dan penikaman yang menewaskan suaminya.

“Saya sungguh tidak terima adanya pengeroyokan dan penikaman terhadap suami saya,” ujar Liza Ayu.

Liza juga menyebut adanya dugaan pihak lain yang menjadi dalang di balik peristiwa tersebut.

“Menurut informasi yang saya terima, yang mendalangi semua ini adalah seorang bandar narkoba bernama Cude,” katanya.

Ia berharap seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai hukum. Liza menekankan pentingnya keadilan, terlebih dirinya kini harus membesarkan seorang anak berusia tiga tahun.

“Saya memiliki seorang anak yang masih sangat membutuhkan figur seorang bapak. Saya berharap keadilan yang seadil-adilnya untuk kasus ini,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian Republik Indonesia melalui Polsek Balikpapan Barat masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap peran para pihak yang diduga terlibat dalam penikaman tersebut. (MK)

Baca Juga:  DPRD Kaltim Wanti-wanti Daerah Bisa Kehilangan Bantuan Keuangan

Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.