NUSANTARA — Musyawarah Besar (Mubes) VII Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) Tahun 2026 menjadi penegasan peran strategis masyarakat Dayak dalam menjaga persatuan, stabilitas sosial, dan arah pembangunan Kaltim di tengah transformasi besar Ibu Kota Nusantara (IKN).
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji yang menghadiri langsung Mubes VII PDKT di Gedung Kemenko 3, IKN, Sabtu (23/1/2026), menyampaikan apresiasi atas kontribusi PDKT dalam merawat persatuan, melestarikan budaya Dayak, serta terlibat aktif dalam pembangunan daerah.

Menurut Seno Aji, pelaksanaan Mubes di kawasan IKN memiliki makna simbolik sekaligus strategis, karena menempatkan masyarakat adat Dayak sebagai bagian penting dari ekosistem sosial ibu kota negara baru.
“Mubes VII PDKT bukan hanya ajang silaturahmi dan konsolidasi organisasi, tetapi juga forum strategis untuk menentukan arah kepemimpinan dan peran masyarakat Dayak ke depan,” ujarnya.
Ia berharap Mubes ini melahirkan kepemimpinan PDKT yang solid, visioner, dan mampu bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, tanpa meninggalkan kearifan lokal masyarakat Dayak.
“Mubes ini menjadi ruang demokrasi dan musyawarah untuk memperkuat organisasi, sekaligus memperkokoh persatuan masyarakat Dayak di Kalimantan Timur di tengah dinamika pembangunan IKN,” kata Seno Aji.
Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengapresiasi keputusan PDKT yang memilih IKN sebagai lokasi penyelenggaraan Mubes VII tahun 2026. Ia menilai kehadiran PDKT di IKN mencerminkan dukungan masyarakat adat terhadap pembangunan ibu kota negara.
“Selamat datang di Nusantara, dan terima kasih telah memilih Nusantara sebagai tempat pelaksanaan Mubes PDKT, sekaligus menjadi bagian dari perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” ucap Basuki.
Mubes VII PDKT ditandai dengan pembukaan resmi oleh Kepala OIKN yang didampingi Wakil Gubernur Kaltim, Ketua Umum PDKT, serta dihadiri unsur Forkopimda, jajaran pengurus PDKT, dan perwakilan kabupaten/kota se-Kaltim. (MK)
Editor: Agus S




