Putra-Putri Kaltim Isi OIKN, Basuki: Mereka Penopang Masa Depan Nusantara

NUSANTARA – Keterlibatan warga lokal dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus diperkuat. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengungkapkan, sekitar 30 persen pegawai OIKN saat ini merupakan putra-putri Kalimantan Timur yang berperan langsung dalam roda pembangunan ibu kota negara baru.

Dari total sekitar 1.100 pegawai OIKN, sedikitnya 330 orang berasal dari Kalimantan Timur. Angka tersebut menunjukkan komitmen OIKN untuk tidak hanya membangun fisik kota, tetapi juga memberdayakan sumber daya manusia lokal.

“Di IKN hari ini, sekitar 30 persen dari 1.100 pegawai kami merupakan putra-putri Kalimantan Timur,” ujar Basuki dalam keterangan resminya, Senin (26/1/2026).

Basuki menegaskan, mayoritas pegawai asal Kaltim tersebut merupakan generasi muda yang memiliki peran strategis dalam menyiapkan masa depan Nusantara sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia.

“Mereka adalah generasi muda yang menjadi bagian penting dari masa depan Nusantara,” tuturnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Basuki saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-VII Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) yang digelar di Multifunction Hall Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Sabtu (24/1/2026).

Baca Juga:  Istana Segera Diisi Furnitur, Basuki Benarkan Wapres Gibran Minat Ngantor di IKN Tahun Depan

Keterlibatan warga Kaltim di lingkungan OIKN juga tercermin dari perpindahan aparatur sipil negara (ASN) dari sejumlah daerah. Di Kota Bontang, Kepala BKPSDM Bontang Sudi Priyanto menyebut terdapat sekitar lima ASN yang telah mutasi ke OIKN.

“Efeknya sampai saat ini masih bisa kami tutupi. Jabatan yang ditinggalkan langsung diisi ASN lain, sehingga tidak mengganggu pelayanan,” ujar Sudi Priyanto, Senin (5/1/2026).

Sementara dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), tercatat 20 pegawai bergabung ke OIKN, terdiri atas satu pejabat eselon II, empat pejabat eselon IV, serta 15 staf. Kepala BKPSDM PPU, Nurwati, menegaskan mutasi tersebut tidak berdampak pada kinerja pemerintahan daerah karena telah dilakukan penyesuaian struktural.

Tak hanya pada level pegawai dan ASN, kebijakan afirmatif terhadap warga lokal juga diterapkan dalam sektor konstruksi. OIKN mensyaratkan sekitar 30 persen tenaga kerja proyek pembangunan IKN berasal dari masyarakat setempat.

Selain pembangunan infrastruktur pemerintahan, Otorita IKN saat ini juga tengah mengembangkan kawasan pusat kebudayaan atau cultural center. Kawasan tersebut dirancang sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat, sekaligus menjadi wadah pengembangan kreativitas dan ekspresi budaya lokal di Ibu Kota Nusantara. (MK)

Baca Juga:  16 Hari Tol Balsam–IKN/Kalsel Dibuka Fungsional, Hanya 3 Laka dan Puluhan Kendaraan Bermasalah Ban

Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.