Banyak Pokdarwis Mati Suri, Dispopar Bontang Dorong Kolaborasi Antar-Kelurahan

BONTANG – Keberlangsungan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kota Bontang masih menghadapi sejumlah kendala. Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang mencatat, tidak sedikit Pokdarwis yang saat ini tidak aktif atau hanya ada secara administratif.

Kepala Dispopar Bontang, Eko Mashudi menyebutkan, salah satu persoalan utama yang dihadapi Pokdarwis adalah minimnya regenerasi kepengurusan. Sebagian besar pengurus merupakan kelompok usia senior yang memiliki keterbatasan waktu dan fokus pada pekerjaan lain.

Selain itu, keterbatasan sarana-prasarana serta dukungan dari pemerintah setempat juga menjadi hambatan, “Tidak semua Pokdarwis itu hidup. Ada yang aktif, ada juga yang mati suri. Bahkan ada yang hanya ada namanya, tapi tidak ada kegiatan,” ujarnya.

Ia mencontohkan Pokdarwis di wilayah Gusung, yang hingga kini dilaporkan belum menunjukkan aktivitas pengelolaan wisata, meski telah terdaftar secara resmi.

Sebagai solusi, Dispopar mendorong pengelolaan pariwisata berbasis kolaborasi antar-Pokdarwis dan antar-kelurahan. Menurutnya, pengembangan wisata tidak bisa dilakukan secara parsial karena berpotensi menimbulkan ego sektoral.

“Kalau jalan sendiri-sendiri, itu mudah patah. Tapi kalau berkolaborasi, potensi wisata bisa berkembang bersama,” jelasnya.

Baca Juga:  Pacu Dekarbonisasi di Industri Pupuk, PKT Targetkan Tekan Emisi Karbon hingga 38% di 2040

Pihaknya memberikan contoh kolaboratif seperti antara Bontang Kuala dan Bontang Baru yang dapat melakukan susur sungai, dimana salah satunya menjadi tempat utama titik kumpul, setelah melakukan penyusuran sungai pengunjung dapat diberi makan di kelurahan lainnya.

“Misal dari mangrove Bontang Baru, nanti dikasihkan makan di Bontang Kuala,” contohnya.

Adapun, Dispopar berencana menghidupkan kembali peran Pokdarwis, Dispopar berencana menggelar Jambore Pokdarwis tingkat Kota Bontang. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ajang konsolidasi, berbagi pengalaman, serta menyusun program pengembangan wisata secara bersama.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.