JAKARTA — Akademisi Rocky Gerung menyinggung kondisi kesehatan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, khususnya terkait pengelolaan stres dan dampaknya terhadap kondisi fisik maupun psikologis.
Pernyataan itu disampaikan Rocky usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya sebagai ahli yang diajukan oleh Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Dokter Tifauziah Tyassuma, Selasa (27/1/2026).
Rocky menilai, tekanan psikologis yang terus-menerus berpotensi memperburuk kondisi kesehatan apabila tidak diimbangi dengan ketenangan batin. Ia menyinggung kemungkinan dampak stres terhadap gangguan kesehatan tertentu.
“Yang sebetulnya mesti kita jaga jangan sampai Pak Jokowi autoimunnya bertambah. Kan itu bahaya. Nah, cara supaya Pak Jokowi tenang itu mestinya dia lempar semua handphone-nya,” ujar Rocky.
Menurut Rocky, paparan informasi yang berlebihan melalui telepon genggam dapat memicu stres berkepanjangan dan berdampak pada kesehatan mental.
“Itu bikin stres. Nah, bilang pada Pak Jokowi, perbanyak produksi oksitosin untuk menenangkan batin,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dokter Tifauziah Tyassuma atau Dokter Tifa turut menyoroti aspek kesehatan Jokowi. Ia menilai, persoalan kesehatan justru lebih penting untuk diperhatikan dibandingkan polemik lain yang berkembang di ruang publik.
Dokter Tifa menyebut keseimbangan hormonal menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi tubuh agar tetap optimal.
“Sebetulnya yang dibutuhkan di dalam kasus ini adalah hormonal. Hormonal harus bekerja dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kebiasaan penggunaan telepon genggam yang dinilai dapat memicu peningkatan hormon stres.
“Kalau Pak Jokowi terlalu sering buka HP, benar. Tadi saya diskusi, itu membangkitkan kortisol terus-terusan,” katanya.
Dokter Tifa mengaku menyampaikan kekhawatirannya terkait kondisi kesehatan Jokowi, yang menurutnya perlu mendapatkan perhatian serius dan penanganan medis secara menyeluruh. (MK)
Editor: Agus S




