Pencarian Bocah 7 Tahun Tenggelam di Sungai Mahakam Masuki Hari Kedua, Tim SAR Terkendala Arus Deras

SAMARINDA — Pencarian terhadap Azam Arahan (7), bocah laki-laki yang dilaporkan tenggelam di Sungai Mahakam, masih terus dilakukan. Hingga hari kedua operasi pencarian, Selasa (27/1/2026), korban belum berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir, pada Senin (26/1/2026). Berdasarkan keterangan saksi mata bernama Sarinem, korban terlihat berenang seorang diri di tepian sungai sebelum akhirnya terseret arus sekitar pukul 11.58 Wita.

Sejak pagi hari sekitar pukul 07.00 Wita, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Samarinda, BPBD, serta relawan kembali melanjutkan pencarian. Pada hari kedua ini, metode pencarian difokuskan pada penyisiran permukaan sungai menggunakan speedboat.

Petugas Lapangan Tim SAR Kota Samarinda, Achmad Zais Ramadhan, mengatakan bahwa pencarian tidak disertai penyelaman karena kondisi arus Sungai Mahakam yang cukup deras dan berisiko membahayakan keselamatan personel.

“Hari kedua ini kami hanya melakukan pencarian dari atas permukaan air, termasuk memeriksa kemungkinan korban tersangkut di tumpukan sampah atau ranting di beberapa titik. Untuk penyelaman belum memungkinkan karena arus sangat deras,” ujar Achmad Zais di lokasi pencarian.

Baca Juga:  Pekan Raya Kaltim 2026 Dibuka, Pemprov Hadirkan UMKM, Layanan Publik, dan Hiburan Rakyat

Area pencarian telah diperluas hingga radius sekitar tiga kilometer dari titik terakhir korban terlihat atau Last Known Position (LKP). Namun, tim SAR menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama derasnya arus sungai serta banyaknya material sampah yang menghambat pergerakan dan jarak pandang.

Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas, operasi pencarian akan dihentikan sementara saat malam hari demi menjaga keselamatan personel.

“Untuk malam hari, pencarian tidak kami lakukan karena faktor risiko dan keterbatasan jarak pandang. Operasi akan dilanjutkan kembali esok hari,” jelasnya.

Hingga Selasa sore, keluarga korban bersama warga sekitar masih setia menunggu di sekitar lokasi kejadian, berharap Azam dapat segera ditemukan. Tim SAR gabungan memastikan upaya pencarian akan terus dilakukan sesuai prosedur dan kondisi di lapangan. (MK)

Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.