SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi secara resmi mengukuhkan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) periode 2025–2029. Pengukuhan digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Sangatta, Rabu (28/1/2026).
Mahyunadi menegaskan bahwa para Duta Pancasila yang dikukuhkan bukan sekadar unggul secara fisik, tetapi juga telah melalui seleksi ketat yang menguji mental, kepribadian, serta pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan.
“Tidak semua orang bisa lolos. Ada yang fisiknya bagus tapi mentalnya lemah, ada yang mentalnya kuat tapi fisiknya kurang, atau pengetahuannya tidak memadai. Yang dilantik hari ini adalah mereka yang memenuhi semua aspek itu,” sebut Mahyunadi.
Ia menyebut para Duta Paskibraka merupakan representasi generasi muda Kutai Timur yang diharapkan mampu menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila serta menjaga konsensus kebangsaan di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Mahyunadi juga menyinggung perjalanan hidupnya. Ia menuturkan bahwa tidak semua cita-cita manusia dapat tercapai, namun jalan hidup kerap ditentukan melalui hal-hal yang tidak pernah direncanakan.
“Menjadi Paskibraka dulu adalah cita-cita saya, tapi tidak tercapai karena faktor fisik. Saya juga tidak pernah bercita-cita menjadi wakil bupati, namun justru itu yang Allah takdirkan,” katanya.
Mahyunadi menekankan bahwa setiap amanah, apa pun bentuknya, harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab sebagai wujud pengabdian kepada Tuhan dan masyarakat. Hal tersebut, menurutnya, menjadi prinsip utama yang harus dipegang para Duta Pancasila Paskibraka.
Ia juga mengingatkan bahwa setelah melewati seleksi formal, para Duta Paskibraka akan menghadapi tantangan nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, mental tangguh, daya juang tinggi, dan sikap pantang menyerah menjadi kunci.
“Jatuh itu biasa, tetapi bangkit adalah sebuah pilihan,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Mahyunadi turut menyoroti pentingnya integritas dalam kepemimpinan. Ia menyebut persoalan korupsi masih menjadi tantangan besar bangsa yang menghambat pembangunan nasional.
“Saya berharap generasi muda yang kuat iman dan takwanya kelak menjadi pemimpin yang bersih, tangguh, dan berintegritas, sehingga mampu mewujudkan Indonesia Emas,” pungkasnya.
Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam




