Akses Utama Warga Terancam Putus, Jembatan Kayu Desa Sebuntal Kian Membahayakan

TENGGARONG — Warga Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, berada dalam situasi genting. Jembatan kayu yang menjadi satu-satunya akses penghubung desa dengan wilayah luar kini berada dalam kondisi rusak parah dan mengancam keselamatan pengguna jalan.

Jembatan yang diperkirakan telah berusia lebih dari 60 tahun itu mengalami kerusakan serius dalam sepekan terakhir. Sejumlah papan penyangga mulai lapuk dan amblas, membuat warga khawatir jembatan sewaktu-waktu bisa roboh. Saat ini, bahkan kendaraan roda dua pun sudah jarang berani melintas.

“Rusaknya sudah sekitar satu minggu ini. Sekarang kondisinya makin parah, motor saja warga sudah takut lewat,” ujar Jumarni, warga setempat, Kamis (29/1/2026).

Ia menjelaskan, kendaraan roda empat sudah tidak memungkinkan melewati jembatan tersebut. Warga yang memiliki mobil terpaksa memarkir kendaraan di seberang, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki untuk masuk ke desa.

Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari masyarakat. Akses distribusi hasil kebun, kebutuhan pokok, hingga layanan pendidikan dan kesehatan terancam terganggu apabila jembatan benar-benar tak bisa dilalui.

Baca Juga:  Alarm Serapan APBD Kutim: Dari Target 75 Persen, Terserap Tak Sampai Setengah

Upaya darurat sempat dilakukan warga secara swadaya melalui gotong royong. Beberapa bagian jembatan diperbaiki seadanya agar sepeda motor masih bisa lewat. Namun perbaikan itu hanya bersifat sementara dan tidak menyentuh akar persoalan.

“Kami gotong royong supaya motor masih bisa lewat, tapi itu hanya sementara. Tidak kuat kalau terus dipakai,” kata Jumarni.

Pemerintah desa diketahui sudah meninjau langsung kondisi jembatan. Namun hingga kini belum ada kepastian waktu terkait perbaikan permanen atau pembangunan ulang jembatan yang lebih layak dan aman.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan, mengingat jembatan tersebut merupakan urat nadi kehidupan desa. Jika akses ini terputus, Desa Sebuntal berpotensi terisolasi sepenuhnya.

“Harapan kami sederhana, jembatan ini segera diperbaiki. Karena ini satu-satunya jalan keluar masuk desa,” tutup Jumarni.(MK)

Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.