TENGGARONG — Banjir kembali melumpuhkan jalur vital di Kutai Kartanegara. Jalan Poros Kota Bangun–Tenggarong di kawasan Desa Senoni, Kecamatan Sebulu, terendam banjir dan tak dapat dilintasi kendaraan sejak Senin (2/2/2026) pagi. Akses penghubung antarkecamatan itu terputus total, membuat aktivitas warga tersendat.
Genangan air terjadi sebelum KM 40 dan menutup badan jalan dengan arus yang deras. Akibatnya, mobilitas masyarakat terganggu, mulai dari perjalanan kerja, aktivitas ekonomi harian, hingga distribusi barang antarwilayah. Dari dua arah, kendaraan terpaksa berhenti dan mengantre panjang menunggu kondisi memungkinkan untuk melintas.
Banjir dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sejak dini hari. Luapan sungai dengan debit tinggi mengalir deras ke badan jalan, menciptakan kondisi berbahaya—terutama bagi pengendara roda dua dan kendaraan bermuatan ringan.
Salah seorang warga, Ahmad, mengaku terpaksa menunda perjalanan menuju Kecamatan Kembang Janggut karena derasnya arus.
“Airnya sudah menutup jalan dan arusnya kuat sekali. Kalau dipaksakan bisa berbahaya,” ujarnya.
Sebagian pengendara dari arah Kota Bangun memilih memutar melalui jalur alternatif jalan hauling di wilayah Lebaho Ulaq, Muara Kaman. Namun jalur tersebut bukan akses umum, memerlukan waktu tempuh lebih lama, dan tidak semua kendaraan berani melintas.
Hingga siang hari, banjir dilaporkan belum sepenuhnya surut. Warga berharap penanganan cepat dari pihak terkait mengingat jalan poros tersebut merupakan urat nadi transportasi masyarakat. Pengguna jalan diimbau menunda perjalanan dan terus memantau informasi resmi hingga kondisi kembali aman dilalui. (MK)
Editor: Agus S




