Bantu Keluarga Persiapan Akikah Berakhir Tragis, Balita Tenggelam di Parit

SANGATTA – Peristiwa memilukan terjadi di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Seorang balita laki-laki yang berusia tiga tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di parit, Rabu pagi (4/2/2026).

Korban diketahui berinisial MGK (3). Kejadian tragis itu terjadi di Jalan Sepat RT 15, Desa Sepaso Induk.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban datang bersama ibunya, Mitrahayu, ke rumah keluarga di Jalan Sepat RT 16. Kedatangan mereka untuk membantu persiapan acara slametan atau akikahan.

Setibanya di lokasi, korban sempat berada di dapur bersama sang ibu. Namun beberapa menit kemudian, ibu korban menyadari anaknya sudah tidak berada di tempat.

Awalnya, keluarga mengira korban bermain di luar rumah. Apalagi di bagian depan rumah terdapat ayunan. Karena itu, hilangnya korban tidak langsung menimbulkan kecurigaan.

Namun setelah dicari ke depan rumah, korban tidak ditemukan. Pencarian pun dilakukan bersama keluarga yang ada di lokasi.

Kecurigaan semakin menguat setelah sandal korban ditemukan di depan rumah warga, sekitar 10 meter dari lokasi awal korban terakhir terlihat.

Baca Juga:  Proyek Jembatan Busui Ditunda Sementara Jelang Arus Mudik

Paman korban, Supardi, kemudian turun ke parit yang berada di sekitar lokasi. Saat meraba dasar parit, Supardi menemukan tubuh korban dalam kondisi tidak bergerak.

Korban segera diangkat ke daratan. Keluarga sempat memberikan pertolongan pertama berupa napas buatan dan penekanan dada.

“Korban sempat diberikan pertolongan pertama berupa napas buatan dan penekanan dada, namun tidak membuahkan hasil,” ungkap Supardi.

Setelah itu korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Santa Elizabeth untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Namun pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan luar, dokter tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka akibat serangan hewan.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Mereka juga mengakui adanya kelalaian dalam pengawasan terhadap anak.

Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan duka cita mendalam dan mengimbau para orang tua lebih waspada.

“Kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa keluarga korban. Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama di lingkungan yang memiliki potensi bahaya seperti parit, sungai, atau saluran air terbuka,” ujar AKBP Fauzan Arianto.

Baca Juga:  Golkar Samarinda Gelar Khataman Al-Qur’an dan Bukber Kader

Ia menegaskan pihak kepolisian telah melakukan penanganan sesuai prosedur, mulai dari mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah TKP, hingga memeriksa sejumlah saksi.

“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan unsur tindak pidana. Namun demikian, kami tetap mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan anak-anak di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.