IKN Bangun Kota Pintar, Tapi Pegawai Mudanya Terancam Diabetes?

NUSANTARA — Hasil pemeriksaan kesehatan aparatur di Ibu Kota Nusantara (IKN) memunculkan sinyal peringatan. Lebih dari 30 persen pegawai berusia di bawah 30 tahun terdeteksi mengalami hiperglikemia atau kadar gula darah tinggi. Temuan ini menjadi alarm dini bagi kualitas kesehatan sumber daya manusia di pusat pemerintahan masa depan Indonesia.

Data tersebut berasal dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar rutin dua kali setahun oleh Otorita Ibu Kota Nusantara bekerja sama dengan tenaga medis dan fasilitas kesehatan di wilayah delineasi IKN. Secara medis, hiperglikemia merujuk pada kadar gula darah di atas normal, umumnya lebih dari 125–140 mg/dL saat puasa atau 180–200 mg/dL setelah makan, yang berkaitan dengan resistensi insulin.

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, mengungkapkan bahwa temuan tersebut tidak berdiri sendiri. “Hasil CKG menunjukkan lebih dari 30 persen pegawai usia di bawah 30 tahun mengalami hiperglikemia, disertai peningkatan kolesterol dan tekanan darah,” ujarnya, Senin (9/2/2026).

Menurutnya, angka tersebut menjadi peringatan agar pola hidup modern yang cenderung kurang seimbang segera dikendalikan. Beban kerja tinggi, kebiasaan konsumsi makanan cepat saji, serta manajemen stres yang kurang optimal dinilai berkontribusi terhadap kondisi tersebut. Program CKG pun tidak sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi pencegahan penyakit sekaligus implementasi kebijakan kesehatan nasional.

Baca Juga:  Anggaran PKP Naik Dua Kali Lipat, IKN Kebagian 22 Tower Hunian Baru

“Program ini bertujuan memetakan kondisi kesehatan pegawai agar langkah pencegahan dapat dilakukan sejak dini,” tegas Suwito.

Di sisi lain, kesiapan fasilitas kesehatan di kawasan inti pemerintahan dinilai memadai. Di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN saat ini telah berdiri empat rumah sakit. Tiga di antaranya telah beroperasi, yakni RS Hermina Nusantara, Mayapada Hospital Nusantara, serta RSUP Kementerian Kesehatan Nusantara. Sementara RS Abdi Waluyo Nusantara masih dalam tahap penyelesaian.

Budaya hidup sehat sebenarnya mulai terlihat di kawasan KIPP. Setiap sore, sejumlah pegawai memanfaatkan waktu untuk berolahraga, mulai dari jogging hingga bersepeda. Aparatur juga aktif mengikuti berbagai event lari. Namun, hasil CKG menunjukkan bahwa aktivitas fisik saja belum cukup tanpa pengaturan pola makan dan manajemen stres yang disiplin.

Penanganan hiperglikemia memerlukan perubahan gaya hidup menyeluruh. Olahraga teratur, pengurangan konsumsi gula dan karbohidrat olahan, peningkatan asupan serat, pengelolaan stres, serta istirahat yang cukup menjadi kunci. Pemeriksaan gula darah berkala juga penting untuk mencegah risiko komplikasi jangka panjang seperti diabetes dan gangguan kardiovaskular. (MK)

Baca Juga:  Jadwal Tol IKN Berubah, BBPJN Pastikan Mulai 13 Maret

Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.