BONTANG – Pemerintah Kota Bontang tengah memperkuat pengelolaan data kemiskinan, setelah jumlah warga miskin turun dari 47.000 menjadi sekitar 17.000 jiwa.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyatakan bahwa angka ini masih perlu ditekan hingga idealnya mencapai 5 persen. Saat ini tingkat kemiskinan Bontang berada di kisaran 8–9 persen, sudah di bawah rata-rata nasional.
Namun, menurutnya angka tersebut belum mencerminkan status Bontang sebagai kota industri, “Bontang ini kota kaya dan dihuni industri internasional. Idealnya kemiskinan ada di sekitar 5 persen, bukan 8–9 persen,” tegasnya.
Pemkot kini mengelola data kemiskinan melalui satu pintu Kementerian Sosial, tetapi tetap menyimpan data hardcopy sebagai pembanding agar lebih akurat dalam intervensi kebijakan.
Ia menjelaskan, Dinas Sosial Bontang saat ini tengah mengelompokkan 17.000 warga miskin berdasarkan delapan indikator Kepmensos dan SK Wali Kota. Data ini kemudian akan diserahkan ke BPS untuk penentuan desil (tingkat kesejahteraan).
Selain itu, pemkot juga menggandeng perusahaan untuk intervensi sosial. Salah satunya, PT Pupuk Kaltim (PKT) telah berkomitmen membantu 500 kepala keluarga.
“Setelah pengelompokan selesai, kami akan menyusun intervensi dalam tiga kategori, yakni bantuan sosial, program sosial, dan program kesejahteraan sosial. Targetnya setelah Lebaran, program bisa berjalan lebih terstruktur,” ujarnya.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




