NUSANTARA – Penguatan seni dan budaya di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai digarap serius. Sepanjang Januari hingga Februari 2026, sebanyak 27 guru dari 15 sekolah di wilayah delineasi IKN mengikuti program pembinaan seni budaya yang digagas Yayasan Pendidikan Astra Michael de Ruslim (Astra MdR).
Dalam pelaksanaannya, Astra MdR menggandeng Sanggar Seni Borneo Benuotaka untuk memberikan workshop secara intensif kepada para guru pendamping. Program ini dirancang bukan sekadar pelatihan teori, tetapi langsung praktik agar dapat diterapkan kembali di sekolah masing-masing.

Founder Sanggar Seni Borneo Benuotaka sekaligus narasumber dari Yayasan Pendidikan Astra, Ari Febrian Masis, merinci bahwa 15 sekolah tersebut terdiri atas 11 SD, 2 SMP, dan 2 SMK.
“Total ada 27 guru yang ikut. Mereka berasal dari 11 SD, 2 SMP, dan 2 SMK di kawasan delineasi IKN,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Pelatihan berlangsung dalam lima kali pertemuan. Empat pertemuan difokuskan pada latihan praktik, sementara pertemuan kelima menjadi sesi implementasi sekaligus pengambilan video sebagai bentuk monitoring hasil pelatihan.

Pengambilan video dilakukan di kawasan Taman Kusuma Bangsa (TKB), Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Dokumentasi ini menjadi rekam jejak digital untuk mengevaluasi capaian pelatihan sekaligus memastikan materi benar-benar dikuasai peserta.
“Jadi bukan hanya sekadar teori dan praktik, tetapi langsung implementasi. Guru-guru ini nantinya akan mentransfer kembali ilmunya kepada siswa di sekolah binaan Astra,” jelas Ari.
Workshop tersebut juga didukung tim pelatih dan asisten, yakni M Nabil, Fauzan Mutiar Saldil, dan Lutfi Angga Saputra.
Program ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga penguatan karakter melalui seni dan budaya di kawasan ibu kota baru. (MK)
Editor: Agus S




