SANGATTA – Bunda PAUD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Siti Robiah, menegaskan pentingnya kreativitas guru dalam proses pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Ia mengingatkan para pendidik, khususnya yang bertugas di wilayah pedesaan dan pedalaman, agar tidak menjadikan keterbatasan fasilitas sebagai alasan untuk berhenti berinovasi.
Pesan itu disampaikannya saat menghadiri Workshop Pengembangan Kompetensi Guru bertema “Mengajar Lebih Bermakna: Membangun Kompetensi Guru dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam” yang digelar Himpaudi, Minggu (15/2/2026), di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi.
Menurut Siti Robiah, kegiatan tersebut menjadi wadah penting bagi para guru PAUD dari berbagai kecamatan untuk saling berbagi pengalaman. Ia menilai, tantangan pendidikan di setiap daerah tidak sama, sehingga diperlukan ruang diskusi bersama agar para pendidik bisa saling menguatkan.
“Dengan perbedaan kondisi itu, kita bisa saling sharing untuk meningkatkan apa yang masih kurang di daerah masing-masing,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Siti Robiah menyebut workshop tersebut merupakan kegiatan mandiri yang tetap bisa berjalan karena adanya dukungan pemerintah serta sponsor.
Beberapa pihak yang disebutkan antara lain PT KPC, PDAM, Mamintanan, dan sponsor lainnya.
Siti Robiah berharap, ke depan kegiatan peningkatan kapasitas guru seperti ini bisa lebih banyak difasilitasi oleh Dinas Pendidikan, sehingga semua pendidik memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi. Tidak hanya guru PAUD, tetapi juga guru TK, Kelompok Bermain (KB), serta lembaga pendidikan lainnya.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan peserta agar tidak terpaku pada popularitas narasumber. Menurutnya, yang paling penting adalah substansi materi yang disampaikan dan penerapannya dalam pembelajaran sehari-hari.
“Jangan hanya fokus pada siapa narasumbernya. Yang penting materinya dan bagaimana itu bisa diterapkan,” tegasnya.
Ia menilai, contoh-contoh praktik pembelajaran yang diberikan narasumber perlu disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing. Terutama bagi guru yang mengajar di wilayah pelosok, yang sering kali minim fasilitas.
Siti Robiah menegaskan, keterbatasan justru harus menjadi pemicu kreativitas. Guru didorong memanfaatkan apa yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai media belajar.
“Kalau di kota bahan ajar sudah tersedia di toko, di daerah kita bisa mencari dari lingkungan dan alam sekitar,” katanya.
Menurutnya, pendidik PAUD memegang peran penting dalam membentuk generasi masa depan Kutai Timur. Karena itu, kemampuan dan pengetahuan guru harus terus diperbarui agar kualitas pembelajaran semakin meningkat, baik di kota maupun di pedalaman.
Ia mengajak seluruh pendidik untuk terus bergerak dan tidak cepat puas dengan metode lama.
“Guru PAUD ini fondasi masa depan Kutai Timur. Jadi jangan berhenti belajar, jangan berhenti berinovasi. Anak-anak kita berhak mendapatkan pembelajaran terbaik, di mana pun mereka berada,” pungkasnya.
Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam




