Ngabuburit Sehat Bersama Shuka Juice, Sedia Cold Press Sehat di Lapak Ramadan

SANGATTA – Kalau biasanya ngabuburit identik dengan takjil manis dan gorengan, suasana berbeda tampak di salah satu stan Lapak Ramadan Sangatta. Di tengah deretan jajanan berbuka, Shuka Juice hadir menawarkan pilihan yang lebih ramah tubuh: cold press juice tanpa gula dan tanpa air tambahan.

Pemilik Shuka Juice, Elsa Depiana, mengatakan produk minuman sehat itu sengaja dihadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin tetap menjaga pola makan selama Ramadan.

“Kalau saya ini ada cold press juice. Cold press juice ini tanpa air, tanpa gula,” ujar Elsa saat ditemui di lokasi Pasar Ramadan di depan Kantor Kecamatan Sangatta Utara, Kamis (19/2/2026).

Elsa menjelaskan, cold press juice dibuat dari buah murni dengan metode perasan dingin sehingga kandungan sari buah tetap terjaga. Minuman itu pun menjadi pilihan alternatif bagi warga yang mulai mengurangi konsumsi gula.

Untuk satu botol cold press juice, Shuka Juice membanderol harga Rp25 ribu.

Tak hanya berjualan saat Ramadan, Elsa menyebut Shuka Juice juga rutin hadir di area folder setiap akhir pekan.

Baca Juga:  Praktis! Zakat Kini Bisa Drive Thru di Kampung Ramadan Samarinda

“Saya biasa jualan Sabtu, Minggu pagi. Mulai jam 07.30 biasanya sampai jam 10.00 siang,” jelasnya.

Selain cold press, Shuka Juice juga sempat menambah variasi menu seperti overnight oat hingga salad sayur. Namun untuk sementara, produk tersebut belum diproduksi.

“Ada tambahannya kita bikin overnight juga sama salad sayur, tapi ini lagi kebetulan lagi enggak buat,” katanya.

Menariknya, stan Shuka Juice tidak berdiri sendiri. Elsa berkolaborasi dengan pedagang lain, salah satunya Muliana, Pemilik Dapur Indologo yang membawa menu kukus-kukusan sebagai alternatif takjil sehat.

Muliana menjual beragam makanan rebus seperti jagung, ubi, telur, hingga pisang dan labu.

“Kalau saya yang kukus-kukusan aja. Jagung rebus, ubi rebus, telur rebus, labu, pisang,” ujar Muliana.

Tak hanya itu, Muliana juga menawarkan produk unik khas luar negeri yakni Quesillo, makanan asal Venezuela berbahan dasar susu dan keju.

“Ini Quesillo dari Venezuela, jadi dari susu sama keju,” ungkapnya.

Produk tersebut dibanderol Rp23 ribu per porsi. Muliana menyebut lapaknya mulai buka sore hari, mengikuti ramainya warga yang berburu menu berbuka.

Baca Juga:  Mahulu Gelar Sosialisasi TKA 2026, Setiap Anak Berhak Dapat Pendidikan Berkualitas

“Mulainya dari jam 3 sore,” katanya.

Sementara itu, terkait sistem lapak, Elsa menjelaskan setiap pedagang dikenakan biaya kontribusi untuk mendukung operasional kegiatan. Kontribusi tersebut dikoordinir KNPI Kutim.

“Ada uang kontribusinya untuk kebersihan tenda dan lain-lain. Dikoordinir dari KNPI, per stannya itu Rp400 ribu,” jelas Elsa.

Kontribusi itu berlaku selama kegiatan berlangsung, yakni sekitar 25 hari.

Dengan hadirnya Shuka Juice dan menu kolaborasi yang serba sehat, Lapak Ramadan Sangatta tahun ini bukan hanya soal takjil manis, tapi juga mulai memberi ruang bagi tren baru yakni ngabuburit anti gula.

“Kalau sehat ya sehat lah kita bilang,” pungkas Elsa.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.