SAMARINDA – Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda sejak Jumat malam hingga Sabtu (21/2/2026) pagi kembali membuat Perumahan Rapak Binuang, Jalan PM Noor, Kelurahan Sempaja Selatan, lumpuh total. Ketinggian air dilaporkan mencapai 1,2 meter, menjadikannya salah satu banjir terparah sejak 2020.
Pantauan di lapangan menunjukkan air merendam akses jalan utama dan masuk ke dalam rumah warga. Aktivitas masyarakat praktis terhenti. Kendaraan tidak dapat melintas, sementara sebagian warga memilih bertahan di dalam rumah sambil menunggu air surut.
Miftahul Ulum, salah satu warga terdampak, mengaku kondisi ini bukan hal baru bagi mereka. Namun ia menilai situasi beberapa tahun terakhir semakin parah.
“Kalau intensitas hujan tinggi, pasti begini situasinya. Mau dibingungkan apa lagi, dinikmati saja lagi,” ujarnya dengan nada pasrah.
Warga menyebut sedikitnya ada tiga faktor utama yang memperburuk banjir di kawasan tersebut. Pertama, drainase di sepanjang Jalan PM Noor dinilai belum sepenuhnya terkoneksi hingga muara, sehingga aliran air dari Sempaja dan Batu Cermin menumpuk di satu jalur. Kedua, persoalan klasik sampah di saluran air yang mempersempit kapasitas aliran. Ketiga, pembangunan kawasan perumahan baru serta area sekitar GOR dan rumah sakit yang dinilai mengurangi daya resap air.
Samosir, warga lainnya, mengatakan air mulai naik sejak malam hari dan biasanya baru surut satu hingga dua hari kemudian.
“Sekarang jelas kewalahan. Barang-barang di dalam rumah hancur, mau bergerak susah, tidur pun susah. Aktivitas keluar rumah sama sekali tidak bisa,” keluhnya.
Ia menambahkan, persoalan tak berhenti saat banjir surut. Lumpur tebal dan sumbatan di parit harus dibersihkan secara manual oleh warga agar aliran air kembali normal.
“Kami berharap pemerintah lebih serius memperhatikan kondisi di sini. Ini bukan sekali dua kali. Setiap hujan lebat pasti begini. Kami butuh solusi nyata,” tegasnya.
Hingga siang hari, genangan di kawasan Jalan PM Noor masih tinggi. Warga diminta tetap waspada mengingat potensi hujan susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. (MK)
Editor: Agus S




